UMSU bangun kamera lubang jarum raksasa untuk pecahkan rekor MURI

UMSU bangun kamera lubang jarum raksasa untuk pecahkan rekor MURI

Petugas melakukan uji coba peralatan teleskop yang akan digunakan untuk mengamati gerhana matahari di Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan. (ANTARA/Septianda Perdana)

Yang secara keilmuan, alat ini adalah cikal bakal kamera modern seperti yang kita gunakan saat ini,
Medan (ANTARA) - Untuk memeriahkan perhelatan momen fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) sebesar 90 persen dikategorikan sebagai gerhana matahari sebagian di kota Medan pada 26 Desember 2019, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam membangun sebuah kamera lubang jarum raksasa atau "pin hole".

Kepala Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU Dr Arwin Juli Rakhmadi Butarbutar di Medan, Jumat, mengatakan pemecahan rekor MURI yang nantinya berlangsung di pelataran parkir kampus pasca sarjana UMSU itu merupakan kamera lubang jarum terbesar dengan ukuran 7x15 meter yang dapat dinikmati oleh para pengunjung untuk melihat gerhana matahari secara langsung.

"Yang secara keilmuan, alat ini adalah cikal bakal kamera modern seperti yang kita gunakan saat ini," tambahnya.

Baca juga: Pengurangan sampah plastik dideklarasikan bersama FISIP UMSU-Pelindo 1

Ia menerangkan tujuan dibuatnya alat itu untuk mengedukasi dan menjelaskan kepada masyarakat apa dan bagaimana sebenarnya proses sejarah cikal bakal teknologi kamera yang digunakan masyarakat pada sekarang ini menggunakan handphone yang ada kameranya.

Kamera lubang jarum adalah kamera yang sangat sederhana, tanpa lensa kamera melainkan dengan satu celah yang sangat kecil, yang dihasilkan dengan cara membuat lubang yang sekecil mungkin menggunakan jarum.

"Kamera lubang jarum terbesar ini terbuka untuk umum dan bisa dilihat oleh pengunjung secara bergantian untuk melihat tampilan fenomena alam gerhana matahari," sebutnya.

Baca juga: OIF UMSU gelar pengamatan gerhana matahari langka

Selain itu, untuk kegiatan pengamatan gerhana matahari, pihak OIF UMSU akan menyiapkan sejumlah teleskop canggih yakni 5 unit teleskop, 1 unit binokuler dan 3 ribu kacamata matahari dan 15 petugas.

Daerah-daerah di Indonesia yg akan mengalami GMC adalah Sumut, Riau, Kepri, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur.

Di Sumut sendiri titik puncak GMC akan terjadi di Padangsidimpuan, sedangkan di kota Medan hanya mengalamai gerhana matahari sebagian yaitu mencapai 90 persen.

Secara keilmuan, momen GMC di Indonesia baru akan terjadi 12 tahun lagi, GMC berikutnya baru akan melintasi Indonesia pada tanggal 21 Mei 2031.

Baca juga: Mahasiswa UMSU mendapat tawaran konsulat beasiswa studi ke AS

Pewarta: Juraidi dan Septianda
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seribu tokoh lintas agama dan dosen ikuti vaksinasi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar