Riau perkuat UMKM agar tidak lagi gunakan jasa renternir

Riau perkuat UMKM agar tidak lagi gunakan jasa renternir

Ilustrasi - UMKM di Riau yang menjadi sasaran para rentenir. ANTARA/dokumen.

"Penggunaan jasa renternir dalam permodalan berbunga tinggi sulit mendorong UMKM meningkatkan usaha..."
Pekanbaru (ANTARA) - Gubernur Riau, Syamsuar menyatakan untuk  terus memperkuat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar tidak lagi mengakses menggunakan jasa renternir dalam meningkatkan produktivitas usahanya.

"Penggunaan jasa renternir dalam permodalan berbunga tinggi sulit mendorong UMKM meningkatkan usaha, maka ​​​​​ melalui program Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR) terus  perlu dikembangkan sejalan dengan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Riau," kata Syamsuar kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu.

Dia mengatakan, TPAKD se-Provinsi Riau diharapkan gencar menyosialisasikan program tersebut kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Riau, disamping mendorong bank di daerah agar proaktif dengan memanfaatkan laku pandainya turun ke desa-desa.

Syamsuar menjelaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2020, TPAKD diminta untuk melakukan cara-cara luar biasa, inovatif dan cepat dalam menjalankan segala kebijakan program pemerintah.

"Misalnya meningkatkan literasi keuangan melalui cara yang inovatif, mendorong peran kelompok usaha, penguatan infrastruktur keuangan daerah yang agresif, dan peningkatan tingkat inklusi keuangan melalui produk lembaga keuangan yang dapat diakses masyarakat," katanya.

Selain itu, masyarakat didorong untuk bisa memanfaatkan "Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir", dengan harapan UMKM mampu mengembangkan potensi usaha yang bebas dari rentenir serta mampu mendorong perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau.
Baca juga: 14.413 UMKM di Riau mendapat bantuan modal dari Himbara
Baca juga: Pertamina siap bantu permodalan UMKM di Riau dengan biaya ringan


Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, Yusri menyampaikan bahwa launching program KPMR ini merupakan ikhtiar bersama dalam melawan rentenir di provinsi ini dan KPMR ini harus menyisir setiap daerah terkait renternir masih memainkan perannya.

"Saya sudah berkeliling Riau, dimana-mana ada rentenir dan ini patut menjadi ikhtiar kita bersama bagaimana melawan rentenir, dan kebutuhan masyarakat terhadap pendanaan bisa secepatnya terpenuhi," katanya.

Ia menjelaskan, rentenir melakukan proses peminjaman sangat cepat, untuk itu program KPMR juga akan diproses secara cepat dan masyarakat bisa segera memanfaatkannya jika dokumennya lengkap sehari bisa selesai.

"Alhamdulillah BRI mendukung program ini, tadi pak Gubernur Riau juga berharap bank lain juga bisa ikut,"katanya.

Yusri mengatakan, kalau perkembangan kredit tetap tumbuh secara perlahan, maka rentenir akan tersisih dan tersingkirkan karena perbankan ini sudah masuk ke masyarakat, ke pasar dan agen laku pandai di daerah.

"Target kami seluruh desa di Riau ada agen laku pandainya sepanjang infrastruktur mendukung artinya jaringan sampai. Saat ini agen laku pandai sudah ada di desa bahkan setiap perbankan juga mempunyai agen laku pandai di daerah-daerah," katanya.

"Ini harus menjadi ikhtiar kita bagaimana membantu masyarakat, kita mengajak bank untuk merespon program ini dengan target seoptimal mungkin," katanya.
Baca juga: Gubernur: 1.000 UMKM akan peroleh layanan uji labor gratis BBPOM
Baca juga: Meraup Untung dari Akar Mati saat Pandemi

Pewarta: Frislidia
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Riau siapkan 30.000 hektare lahan untuk food estate

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar