counter

Playoff NBA

Antetokounmpo main 44 menit bukan rumus jitu

Antetokounmpo main 44 menit bukan rumus jitu

Bintang Milwaukee Bucks Giannis Antetokounmpo (kanan) berusaha melepaskan umpan kepada rekannya di bawah kawalan ketat pilar Toronto Raptors Marc Gasol dalam gim keenam final Wilayah Timur NBA di Scotiabank Arena, Ontario, Kanada, Sabtu (25/5/2019) setempat. (ANTARA/REUTERS/USA TODAY Sports/John E. Sokolowski)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih kepala Milwaukee Bucks, Mike Budenholzer, menerima kenyataan bahwa timnya disingkirkan Toronto Raptors 2-4 dalam final Wilayah Timur NBA dan meyakini strategi memainkan bintangnya Giannis Antetokounmpo selama 44 menit dalam satu laga bukanlah rumus jitu.

Antetokounmo melantai selama 40 menit 32 detik dalam gim keenam, membukukan raihan dwiganda 21 poin dan 11 rebound, namun tak cukup menghindarkan Bucks dari kekalahan 94-100 dari Raptors di Scotiabank Arena, Ontario, Kanada, Minggu WIB.

"Belakangan itu menjadi perbincangan hangat, memunculkan banyak pertanyaan, namun saya pikir memainkan Giannis 44 menit per gim bukanlah solusinya," kata Budenholzer dalam jumpa pers purnalaga dilansir NBATV.

"Jika kami tak mampu menang dengan Giannis main 40 sampai 40,5 menit di lapangan, maka Toronto memang pantas memperoleh kemenangan," ujarnya menambahkan.

Sepanjang enam pertandingan, Antetokounmpo tampil berkisar 34 menit hingga 40 menit, kecuali di gim ketiga ketiga pertandingan harus dilanjutkan dua kali babak overtime.

Ironisnya di gim keempat walau menit bermain Antetokounmpo jadi yang terlama di sepanjang seri, kontribusi angkanya untuk Bucks paling rendah yakni cuma 12 poin.

Baca juga: Takluk di final Timur, Bucks yakin perjalanan baru dimulai

Budenholzer menilai di gim keenam, Antetokounmpo sempat beristirahat cukup lama, melebihi biasanya pada kuarter ketiga, dan hal itu berhasil dimanfaatkan Raptors dengan sangat baik.

"Di satu titik ia harus beristirahat, satu menit pada kuarter ketiga, namun ia menepi hampir dua menit lamanya, tapi sekali lagi semuanya lantaran Raptors bisa memanfaatkannya," katanya.

"Giannis ada di lapangan ketika kami tampil baik maupun saat keadaan tak berpihak kepada kami," pungkas Budenholzer.

Kendati gagal membawa Bucks ke final, Antetokounmpo dipercaya tetap menjadi yang terkuat di antara tiga kandidat akhir Pemain Terbaik (MVP) NBA musim ini, bersama James Harden (Houston Rockets) dan Paul George (Oklahoma City Thunder).

Monster dari Yunani itu juga jadi kandidat Pemain Bertahan Terbaik NBA musim ini, bersama George dan Rudy Gobert (Utah Jazz) sebagai tiga kandidat akhir.

Sedangkan Budenholzer menjadi salah satu kandidat akhir Pelatih Terbaik NBA musim ini bersama Michael Malone (Denver Nuggets) dan Doc Rivers (Los Angeles Clippers).

Baca juga: Kawhi Leonard panen pujian dari kawan dan lawan

Baca juga:
Jadwal rangkaian final Raptors vs Warriors

Berlatih basket bersama pemain NBA Jason Anthoney Richardson

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar