Liga 2 Indonesia

PSCS Cilacap minta solusi terkait penundaan Liga 2

PSCS Cilacap minta solusi terkait penundaan Liga 2

Ketua Umum PSCS Cilacap Bambang Tujiatno. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Cilacap (ANTARA) - Manajemen PSCS Cilacap meminta adanya solusi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait dengan penundaan kompetisi sepak bola Liga 2 Indonesia 2020 yang semula akan kembali bergulir mulai 17 Oktober mendatang.

"Dengan penundaan ini yang jelas, kami klub-klub kecil (merasa) kesulitan karena sudah ada pandemi ini, kemudian sponsor juga berhenti, 'ticketing' nanti juga enggak ada. Kami satu-satunya ya minta permohonan ke PT LIB (Liga Indonesia Baru) untuk bisa mengakomodasi solusinya bagaimana biar semuanya jalan," kata Ketua Umum PSCS Cilacap Bambang Tujiatno saat dihubungi di Cilacap, Rabu.

Ia mengatakan jika tetap sama seperti sebelumnya, pihaknya siap bangkrut.

Baca juga: LIB tuntaskan pengundian tuan rumah dan grup Liga 2 Indonesia 2020

Dia mengakui penundaan tersebut hanya hanya dilakukan selama satu bulan tapi hal itu pun masih belum jelas.

"Jadi, kami ingin kejelasan dan ketegasan dari PT LIB serta PSSI. Misalnya, ada opsi apalah, misalnya yang satu bulan ini bagaimana, kemudian kejelasannya bagaimana, kalau enggak itu bagaimana, sehingga nanti kami bisa bersikap," tegasnya.

Ia mengharapkan pihak PT LIB dan PSSI bisa bertemu dengan perwakilan klub-klub Liga 1 dan Liga 2 secara tatap muka karena beberapa kali pertemuan secara virtual, hasilnya mentah.

Menurut dia, pertemuan secara tatap muka secara psikologi ada nilai tambahnya.

Terkait dengan adanya penundaan tersebut, Bambang mengatakan para pemain PSCS Cilacap untuk sementara masih diam karena belum ada penjelasan lebih lanjut dari PSSI dan PT LIB.

"Secepatnya, tolong PSSI bisa menjelaskan terkait kejelasan yang November, kemudian gaji ini (pemain) bagaimana, kemudian subsidinya bagaimana. Ini kan kita belum jelas, sama pemain juga menunggu, kami juga menunggu," katanya.

Baca juga: PSSI tunda lanjutan Liga 1 dan Liga 2 musim 2020

Ia mengatakan jika sudah ada kejelasannya, misalnya kompetisi digelar pada tahun 2021, pihaknya bisa segera mengambil sikap dengan meliburkan pemain lebih dulu.

"Harus ada kejelasan. Jangan mundur satu bulan kalau memungkinkan, kalau, kalau, kalau ini kan sama saja kemarin (sudah diputuskan) tanggal 17 Oktober, jadwal sudah turun, karena belum matang, diiyakan, terjadinya kayak begini," katanya.

Dia mengakui suasana pandemi COVID-19 memang harus menjadi perhatian dan pertimbangan semua pihak namun tetap harus ada kepastian.

Terkait dengan persiapan tim PSCS Cilacap sebagai tuan rumah Liga 2 Grup B, Bambang mengatakan pihaknya pada Selasa (29/9) malam telah menggelar uji coba atau latihan bersama dengan Persekat Tegal.

"PSCS menang 2-1 atas Persekat Tegal. Tim sebenarnya sudah 100 persen, sudah latihan selama tiga pekan, uji coba dengan lokal sudah empat kali," katanya.

Menurut dia, pelatih punya jadwal latihan namun dengan berubahnya jadwal dari PSSI berdampak pada klub termasuk dari sisi pembiayaan dan sebagainya.

"Lagi-lagi kepastian dari PSSI dan PT LIB sangat kami tunggu," tegasnya.

Baca juga: LIB: subsidi klub-pembiayaan dikomunikasikan lagi setelah liga ditunda
Baca juga: Sekum PSMS: penundaan liga menambah beban klub

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dede Yusuf usulkan lanjutan Liga 1 digelar secara virtual

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar