Senin, 20 Oktober 2014

SOKSI-Alfamart bangun Waroeng Swadiri

| 1.994 Views
id soksi, alfamart, bangun waroeng swadiri, Ketua Umum Depinas SOKSI Dr. Ade Komarudin, Direksi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Solihin, Pendiri SOKSI Pro
Waroeng Swadiri adalah sebuah supermarket yang akan melakukan distribusi barang secara adil dengan manajemen modern,"
Jakarta (ANTARA News) - Dalam rangka pemberdayaaan pelaku ekonomi kecil dan menengah, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart/AMRT) menandatangani naskah Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendirikan Waroeng Swadiri.

"Waroeng Swadiri adalah sebuah supermarket yang akan melakukan distribusi barang secara adil dengan manajemen modern," kata Ketua Umum Depinas SOKSI Dr. Ade Komarudin usai menandatangani kerja sama MoU dengan Direksi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Solihin pada acara berbuka puasa keluarga besar SOKSI di kediaman Pendiri SOKSI Prof.Dr. Suhardiman di Jakarta, Rabu.

Sebenarnya MoU itu, kata dia, dalam rangka memperkuat kemandirian masyarakat untuk mengembangkan fungsi dan kedudukannya dalam bentuk yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya usaha kecil, menengah, dan koperasi.

Hadir dalam acara buka puasa dan MoU, antara lain, Ketua DPP Golkar Rambe Kamarulzaman, Sekjen Lawrence Siburuan, serta pengurus Depinas dan sejumlah anggota DPR RI.

Menurut Ade Komarudin, prakarsa yang dilakukan SOKSI bersama Alfamart dalam rangka menjalankan fungsinya dalam upaya peningkatan ketahanan sosial maupun perekonomian dalam arti luas, serta pengembangan usaha kecil, menengah, dan koperasi dalam kesiapan menghadapi segala bentuk tingkat persaingan global.

Selain itu, kerja sama ini dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan, kreativitas, dan nilai-nilai kepedulian terhadap sesama masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan tambahan kemampuan ekonomis bagi masyarakat maupun usaha kecil, menengah, dan koperasi dalam arti luas.

Dijelaskan Ade Komarudin, MoU itu berlaku selama setahun yang dijabarkan dalam berbagai bentuk program kegiatan sebagaimana kesepakatan bersama yang dituangkan dalam perjanjian yang diatur secara khusus.

Menurut dia, apa yang dilakukan SOKSI untuk melindungi para pelaku ekonomi kecil dan menengah, perlu diatur tata niaga distribusi yang diatur secara adil.

"Sebenarnya, kami tidak antimekanisme pasar, tetapi mekanisme pasar yang menyediakan kompetisi yang sehat dan adil, bukan hanya terdiri atas 5--10 pemain besar yang kemudian mengatasnamakan pasar," kata Ade.

Ade menjelaskan bahwa masyarakat membutuhkan pasar yang memberi tempat kepada setiap pelaku ekonomi mulai dari usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar, serta koperasi, BUMN dan usaha swasta.

Dengan demikian, kata dia, terjadi tontonan yang menarik antara pemain dilevel yang sama. "Inilah prinsip-prinsip yang harus diperjuangkan oleh kader SOKSI di mana pun berada," kata Ade.�

Oleh karena itu, kata dia, SOKSI akan memperjuangkan politik hukum integratif UMKM sebagai "umbrella legislation" dalam rangka meningkatkan kompetensi dan daya saing UMKM sehingga akan menciptakan mekanisme persaingan pasar yang kompetitif dan adil kepada semua pelaku ekonomi nasional.

Pada kesempatan berbuka puasa tersebut, SOKSI juga mengundang sekitar 500 anak yatim untuk berbuka puasa dan sumbangan.

"Pemberian santunan bagi anak-anak yatim merupakan kegiatan rutin yang dilakukan SOKSI sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kecil," katanya.

(J004/D007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga