Jakarta (ANTARA News) - Produksi air susu ibu atau ASI tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan atau asupan nutrisi ibu, namun ada hal-hal lain yang turut mempengaruhi, sebagaimana dilansir dari Health24.com

Berdasarkan sisi fisiologi, stimulus pertama yang dapat mendukung produksi ASI adalah saat bayi pertama kali menyusu pada puting susu ibu.

Saat bayi sedang berusaha untuk menyusu, saraf yang terdapat di bawah kulit areola, atau lingkaran di sekeliling puting, akan menyampaikan pesan kepada sel hipotalamus yang merupakan bagian dari otak. Kelenjar di bawah otak kemudian memproduksi dua hormon penting yaitu prolaktin dan oksitosin.

Hormon prolaktin berfungsi untuk menstimulasi produksi susu, sementara oksitosin berfungsi untuk menstimulasi air susu agar mengalir di kelenjar susu menuju ke puting susu.

Semakin sering bayi mencoba untuk menyusu pada puting ibu, maka produksi ASI juga akan semakin banyak.

Sementara itu, beberapa faktor lain turut mempengaruhi menurunnya produksi ASI, seperti tingkat stress karena sulitnya proses bersalin, depresi atau 'baby-blues', bahkan rasa cemas.

Perasaan bahagia dan tenang harus dimiliki oleh ibu untuk mendukung proses menyusui supaya berjalan lancar. Dengan menikmati proses menyusui ini, maka bayi akan mendapatkan asupan terbaik untuk memulai hidupnya.
(M048)