Yudhoyono akui pertemuan dengan Nazaruddin di Cikeas
Senin, 13 Februari 2012 20:46 WIB | 1456 Views
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) berbincang dengan sejumlah menteri KIB II seusai menjawab sejumlah pertanyaan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2) malam. Kepala Negara menjawab dan menanggapi sejumlah pertanyaan dari pers soal isu-isu terkini. (ANTARA/Widodo S. Jusuf/12)
...yang bersangkutan tapi di situ berbeda dengan yang disampaikan oleh ketua umum. Yang bersangkutan bicara kurang jelas ke kiri-kanan,"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui adanya pertemuan dengan terdakwa kasus korupsi Wisma Atlet M Nazaruddin sebelum mantan bendahara umum Partai Demokrat itu melarikan diri ke Singapura.
Dalam silaturahmi dengan wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin malam, Presiden menjawab pertanyaan wartawan dan mengemukakan bahwa pertemuan di kediaman pribadinya Puri Cikeas Indah pada 23 Mei 2011 adalah forum dewan kehormatan Partai Demokrat untuk menyidangkan Nazaruddin.
"Jadi pertemuan dalam sidang dewan kehormatan, semua masih ingat apa yang dibicarakan, tidak bicara apa pun kecuali kita tanya apa yang terjadi," ujarnya.
Presiden menjelaskan dewan kehormatan Partai Demokrat telah mengkaji tuduhan korupsi yang dilayangkan kepada Nazaruddin dan berpendapat bahwa memang terdapat indikasi kuat bahwa Nazaruddin terlibat dalam kasus tersebut.
"Intinya karena sudah dikaji dan dipelajari bahwa yang bersangkutan terlibat masalah hukum. Sebenarnya kita persilakan untuk mundur dari posisinya sebagai pengurus Partai Demokrat," ujarnya.
Berdasarkan laporan dari Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, lanjut Presiden, Nazaruddin tidak harus diberhentikan karena siap untuk mundur dari jabatannya sebagai bendahara umum.
Dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan kehormatan Partai Demokrat, Yudhoyono kemudian bertemu dengan Nazaruddin namun dalam pertemuan itu yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya .
"Saya melihat seperti itu dengan apa yang disampaikan kepada saya sebelumnya, boleh ketemu saya tapi dalam hubungan sebagai ketua dewan kehormatan. Saya didampingi dewan kehormatan lengkap dan memang saya memanggil yang bersangkutan tapi di situ berbeda dengan yang disampaikan oleh ketua umum. Yang bersangkutan bicara kurang jelas ke kiri-kanan," tuturnya.
Yudhoyono mengaku dalam pertemuan pada 23 Mei 2011 itu dirinya marah karena sikap Nazaruddin tidak sesuai dengan yang dilaporkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat.
Menurut dia, pertemuan tersebut tidak berlangsung lama dan Dewan Kehormatan Partai Demokrat segera memberhentikan Nazaruddin dari jabatannya sebagai bendahara umum Partai Demokrat.
(D013*G003*P008)
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com