Kupang (ANTARA News) - Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransiskus Salem, menegaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan ini menyatakan menolak penukaran binatang purba Komodo dengan Panda milik negara China.

"Pada prinsipnya, Provinsi NTT tidak setuju menukarkan Komodo dengan Panda. Jika ingin melihat Komodo, datanglah di Pulau Komodo. Kami tidak mau Komodo yang menjadi icon NTT dan Indonesia dibawa ke negara lain," katanya di Kupang, Kamis, terkait recana pemerintah menukar binatang langka antara Indonesia dan China.

Wakil Perdana Menteri China, Hui Liangyu beberapa waktu lalu melakukan kunjungan kehormatan dengan Wakil Presiden RI, Boediono di Jakarta.

Kunjungan itu dilaksanakan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Beijing dan bertemu Presiden China Hu Jintao.

Dalam pertemuan kedua presiden tersebut telah dicapai berbagai kesepakatan, antara lain masing-masing negara akan menukar ikon hewan yaitu Komodo dan Panda. Untuk hal ini, masing-masing instansi secara teknis akan melakukan persiapan pertukaran kedua hewan tersebut.

Menurut Frans Salem hingga saat ini, pihaknya belum mendapat surat dari pemerintah pusat terkait rencana penukaran Komodo dengan Panda.

"Walau telah disepekati antara Indonesia dan China, namun NTT tetap saja akan menolaknya. Apalagi, Komodo baru saja masuk salah satu keajaiban dunia dan menjadi icon daerah dan negara ini," katanya.

Penolakan serupa juga pernah dilakukan pemerintah daerah ini terhadap pemindahan 10 ekor binatang langka, Komodo di Kabupaten Manggarai Barat itu ke Taman Nasional di Bali karena Komodo menjadi icon NTT dan tidak cocok hidup di daerah lain.

Komodo katanya hanya bisa hidup di Pulau Komodo dan sejumlah pulau kecil lainnya di Kabupaten Manggarai Barat.

Salem menambahkan, Pemerintah NTT akan menyelenggarakan Sail komodo pada tahun 2013 mendatang. Sail Komodo berlevel internasional akan menjadi ajang tetap pemerintah NTT.
(ANT -084/E001)