Jakarta (ANTARA News) - Sekitar 4.500 siswa/siswi SLTA se-DKI Jakarta, Sabtu, memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dalam kegiatan menulis/menebalkan (follow the line) ayat-ayat suci Alquran, bahkan tercatat di rekor dunia untuk kategori peserta terbanyak dalam penulisan Alquran.

Kegiatan pencatatan Rekor Muti diadakan Bina Sarana Informatika (BSI) yang menggelar rangkaian acara "Semarak Bangkitkan Semangat Indonesia" untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Istora Senayan Jakarta, Sabtu.

Direktur BSI Naba Aji Notoseputro dalam keterangan pers mengatakan, pelaksanaan Rekor Muri didasarkan generasi muda yang sudah seharusnya mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif. "Mereka harus diberi pendidikan karakter, solidaritas dan juga saling menghargai sesama teman dan itu bisa dilalui bersama-sama menulis ayat-ayat suci Alquran," katanya.

Menurut naba, penulisan (kaligrafi) ayat-ayat suci Alquran diplih selain sebagai bagian dari budaya seni Islam, juga dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kesadaran siswa-siswa SLTA tentang budaya menulis.

Tak hanya itu saja, penulisan kaligrafi Islam itu dimaksudkan untuk menumbuhkan karakter dan jiwa religius siswa-siswa SLTA. "Insya Allah acara ini akan mendapatkan keberkahan dan hikmah yang bisa dirasakan bersama," ujarnya.

Setelah penulisan Al-Quran, peserta akan mengikuti seminar entrepreneur muda, dengan pembicara dari sejumlah pengusaha sukses, antara lain Wahyu Aditya (Hellomotion), Valentino Dinsi (Spiritual Entrepreneur) dan Eko Patrio (artis dan Anggota DPR RI).

Pada kesempatan tersebut, peserta juga dihibur oleh Grup Nasyid SNADA dan tauziah bersama Ust Abi Makki. Di acara ini BSI menggugah semangat anak-anak muda untuk mau berwirausaha.

Dalam momentum kebangkitan bangsa itu, kata Naba, BSI memiliki asa membangkitkan generasi muda, melalui inspirasi dari ratusan pengusaha dan perusahaan terkemuka.

"Keinginan untuk mengubah pola pikir (mind set) itulah dorongan utama BSI menyelenggarakan acara Bangkitkan Semangat Indonesia. Event ini memiliki esensi dan manfaat yang besar baik bagi BSI maupun untuk para mitra yaitu pengusaha dan perusahaan. Bagi mahasiswa BSI, merupakan kesempatan emas  untuk menuntut ilmu dan berguru pada para pengusaha secara langsung. Baik dalam bentuk magang, riset hingga belajar bagaimana menjadi pengusaha," tegas Naba.

Untuk memperkuat dan mengikat dalam jangka waktu yang lama, kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan  MoU antara BSI Career Center (BCC) dengan 230 perusahaan. Penandatanganan MoU antara BSI Entrepreneur Center (BEC) dengan lebih dari 100 pengusaha.

Dua lembaga yang didirikan BSI ini (BCC dan BEC) berfungsi untuk mendorong lulusannya dapat cepat bekerja ataupun membina menjadi wirausaha sejak muda. Tujuan dari MOU itu agar perusahaan/pengusaha peduli dengan dunia pendidikan yaitu dengan mengizinkan  mahasiswa  dapat melalukan riset, PKL, penelitian, magang di perusahaan tersebut. Selain itu, mahasiswa mempunyai pengalaman wacana dan mengenal dunia kerja secara dini.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan launching buku "Beyond Success Inspiration". Buku ini ditulis oleh para motivator kondang diantaranya adalah Arvan Pradiansyah, Abdul Basith, Kapten Sar, Abdul Kohar dan Yulikuspartono.

Buku tersebut menjadi tonggak kebangkitan bagi jiwa-jiwa yang ingin berubah dalam meraih masa depan yang lebih sukses. BSI juga bertekad melahirkan suatu gerakan baru yaitu Satu Keluarga Satu Pengusaha. Gerakan tersebut akan diwadahi dalam "Indonesia Creative Entrepeneur Academy (ICEA)".

Komunitas ICEA mengajak dari setiap keluarga Indonesia akan muncul satu orang pengusaha dengan menyebar luaskan semangat entrepreneur, dalam komunitas tersebut siapa pun dapat memasukinya. Mereka akan didik menjadi pengusaha yang sukses, inovatif, kreatif dan berjiwa religius.(*)