Singapura (ANTARA News) - Peti mati yang digunakan untuk memakamkan jenazah taipan Liem Sioe Liong atau Om Liem senilai Rp675 juta. Saat membeli peti mati itu keluarga Oom Liem tidak menawar lagi, karena tidak boleh melakukan tawar-menawar dalam hal itu.

"Peti mati harganya 9.000 dolar Singapura," kata petugas Singapura Cascet, organizer yang mengurus persemayaman Liem Sioe Liong, di Singapura, Selasa.

Dengan kurs Rp7.500 per satu dolar Singapura, maka harga 9.000 dolar Singapura setara Rp675 juta. Ia mengatakan peti itu diimpor khusus dari luar Singapura, dan dibuat dari kayu cherry.

Murah atau mahal itu relatif, namun jika dianggap mahal maka harga segitu cukup berlawanan dengan kebiasaannya selama hidup, yang dikatakan banyak pihak sangat sederhana.

Kerabat Liem Sioe Liong, Jamin Hidayat, menolak menyebut nilai persemayaman orang terkaya di Indonesia. "Tidak tahu, tidak etis," kata dia.

Namun, kata dia, yang pasti, keluarga tidak etis melakukan tawar-menawar harga peti mati dengan penjual. "Tidak boleh ditawar," kata dia. Peti mati, kata dia, diurus oleh Singapore Cascet.

Di halaman dalam tempat persemayaman, terpasang sedikitnya lima tenda besar berwarna putih yang menutup seluruh halaman.

Di dalam tenda, disediakan pendingin ruangan berukuran besar yang menyejukkan pelayat.

Selain tenda, para pelayat juga disuguhkan makanan dari Mandarin Hotel dengan berbagam menu China dan internasional berikut buah-buahan. 

(Y011/S023)