Jakarta (ANTARA News) - Olah raga mampu menstimulasi kemampuan kognitif anak dengan menstimulasi otak kiri dan otak kanan.

Hal itu dikemukakan psikolog anak dan keluarga dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Mira D. Amir, Psi, pada sebuah acara tentang anak-anak berprestasi di Jakarta, Kamis.

Mira menjelaskan, bahwa olah raga bukan hanya sekedar kegiatan yang merangsang motorik, namun juga dapat menstimulasi otak kiri dan kanan melalui sinyal pada otak kecil yang menghasilkan proses timbal balik.

"Otak kecil itulah yang mengatur memori, perhatian, persepsi ruang, bahasa, komunikasi non verbal, emosi, bahkan pengambilan keputusan," kata dia.

Jadi, lanjutnya, anak yang gemar berolah raga cenderung memiliki kemampuan lebih pada area kognitif dan komunikasinya.

Sebagai permainan yang memiliki peraturan dan tata laksana, olah raga menjadi hal yang menyenangkan untuk anak namun juga mampu mendidik dan mengasah tumbuh kembang perilaku, intelegensia, serta mental anak, papar Mira.

"Jadi sebaiknya orang tua tidak membatasi kegiatan olah raga anak karena dianggap dapat mengganggu prestasi belajar anak," ujar Mira.

(M048)