Rabu, 1 Oktober 2014

Presiden: MDGs bukan hanya urusan negara berkembang

Kamis, 28 Juni 2012 22:13 WIB | 2.259 Views
Presiden: MDGs bukan hanya urusan negara berkembang
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (FOTO ANTARA)
Seolah-olah ini hanya urusan negara berkembang, ini artinya negara maju dan kaya harus berkontribusi. Saya mengatakan bahwa ini harus dilihat utuh sebelum kita bersama-sama merumuskan new frame work,"
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan upaya pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) bukan hanya urusan negara berkembang namun juga memerlukan kerja sama internasional dan sumbangan dari negara maju.

"Seolah-olah ini hanya urusan negara berkembang, ini artinya negara maju dan kaya harus berkontribusi. Saya mengatakan bahwa ini harus dilihat utuh sebelum kita bersama-sama merumuskan new frame work," kata Presiden saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.

Kepala Negara mengatakan saat menghadiri KTT Pembangunan Berkelanjutan di Rio de Jenairo,Brazil, Indonesia mendapat apresiasi yang cukup baik dalam forum tersebut karena tidak hanya menyampaikan retorika namun juga sejumlah langkah nyata untuk memenuhi komitmen baik dalam lingkungan maupun pencapaian MDGs.

"Saya tangkap (dalam pertemuan itu-red), semua negara ingin MDGs bisa maksimal. Sustainable goals diharapkan bisa dihadirkan dalam kerangka baru tujuan pembangunan berkelanjutan," kata Presiden.

Indonesia, kata Presiden berkomitmen untuk mengurangi emisi gas buang, melakukan moratorium ijin usaha lahan gambut. Indonesia juga bekerja sama dengan sejumlah negara di kawasan memelihara kekayaan coral dan terumbu karang serta bersama-sama negara-negara yang memiliki hutan tropis untuk memelihara kekayaan hayati yang dimiliki.

Presiden mengatakan mengenai pengembangan MDGs dan langkah selanjutnya pada 2015, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menunjuk tiga orang masing-masing Presiden Yudhoyono, PM Inggris David Cameron dan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf membahas konsep pasca MDGs selesai.

"Menurut pendapat saya, MDGs ini belum selesai, masih tiga tahun lagi, jangan kesampingkan MDGs tapi lakukan juga percepatan pencapaian sehingga bisa utuh," kata Presiden.

Presiden mengatakan perlunya pembahasan dan evaluasi apa yang sudah dicapai dan apa yang belum dicapai lengkap dengan faktor penyebabnya.

MDGs meliputi pengurangan kemiskinan ekstrim, meningkatkan pendidikan dasar, kesetaraan gender, mengurangi kematian balita, mengurangi kematian ibu saat melahirkan, mengatasi penyakit menular, lingkungan dan kerjasama internasional.
(P008*M041/A011)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga