Jumat, 1 Agustus 2014

Revisi peraturan KHL sedang dalam proses

Senin, 2 Juli 2012 18:24 WIB | 4.336 Views
Revisi peraturan KHL sedang dalam proses
Menakertrans Muhaimin Iskandar (FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menyatakan revisi mengenai Komponen Hidup Layak dalam penghitungan upah minimum masih dalam proses dan perundingan antara pekerja, pengusaha, serta pemerintah masih terus berlangsung.

"Semua masih dalam proses. Rapat tripartit saja kan masih berlangsung. Kita tunggu saja semua pematangan, hasil kesepakatan Apindo dan serikat pekerja," kata Menakertrans ketika ditemui di gedung Kemnakertrans di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan menolak penambahan empat komponen dalam penghitungan KHL karena dianggap tidak sesuai dengan harapan mereka dan mengancam untuk mengadakan aksi demonstrasi besar-besaran pada 12 Juli mendatang jika aspirasi mereka tidak diakomodasi.

Mengenai ancaman demo itu, Muhaimin berharap agar para pekerja dapat menunggu proses revisi dan tidak terprovokasi untuk melakukan aksi demo yang bisa merugikan produktivitas dunia industri.

"Ya kita minta agar tidak ada provokasi yang macam-macamlah. Semua masih dalam proses," ujar Muhaimin.

Menakertrans juga membantah tudingan bahwa pemerintah mendukung upah murah bagi pekerja yang terlihat dari komponen penghitungan KHL yang direkomendasikan "hanya" menghitung 50 komponen dibanding dengan tuntutan serikat pekerja agar dilakukan perhitungan terhadap 86-122 komponen.

"Gak benar (dukung upah murah). Pemerintah menyadari sekarang bahwa upah murah tidak lagi menjadi standar kompetisi kita. Upah urah yang tidak mensejahteraka pekerja akan menjadi bom waktu bagi perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu kita mengedepankan upah layak, upah yang memang dibutuhkan," papar Muhaimin.

Menakertrans juga mengingatkan bahwa perhitungan KHL itu adalah bagi perhitungan upah minimum pekerja lajang dengan masa kerja satu tahun.

"Ini untuk pekerja lajang, hidup sendiri, tidak dengan keluarga. Dan masa kerja satu tahun. Ini harus digarisbawahi kepada para pekerja dan pengusaha untuk tidak salah paham terhadap upah minimum," ujarnya.

Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) memberikan rekomendasi bagi perubahan komponen KHL yang terdiri atas empat penambahan jenis KHL, delapan penyesuaian/penambahan jenis dan kualitas KHL dan satu perubahan jenis kebutuhan KHL

Empat penambahan jenis KHL adalah Ikat Pinggang, Kaos kaki, Deodorant dan Seterika sedangkan delapan penyesuaian/penambahan jenis dan kualitas KHL terdiri dari Sajadah/Mukenah/Peci, Celana Panjang/ rok/pakaian muslim, sarung/kain panjang, sewa kamar sederhana, kasur busa, bantal busa, bola Lampu Hemat Energi (LHE) dan listrik.

Sedangkan satu perubahan jenis kebutuhan KHL adalah dari kompor minyak tanah 16 sumbu menggunakan minyak tanah menjadi kompor gas satu tungku beserta selang dan regulator, tabung gas 3 kilogram, gas elpiji dua tabung masing-masing 3 kilogram.

Penghitungan KHL yang sekarang berlaku diatur dalam revisi Permenakertrans No.17/2005 tentang penghitungan Komponen Hidup Layak sebagai dasar perhitungan Upah Minimum (UM).

(A043)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Terpopuler
Baca Juga