Minggu, 26 Oktober 2014

Coffee Institute berikan tantangan pemikiran

| 5.137 Views
id coffee institute, ruang diskusi pemikiran, doddy a matondang
Coffee Institute ini kami gambarkan sebagai suatu lembaga belajar-mengajar dimana transformasi nilai-nilai edukasi menjadi prioritas utama, tempat belajar yang dimodifikasi dengan coffee shop,"
Jakarta (ANTARA News) - Coffee Institute yang didirikan oleh sejumlah anak muda di Jakarta dimaksudkan untuk meramaikan pergulatan pemikiran dan pengetahuan di Tanah Air.

"Coffee Institute ini kami gambarkan sebagai suatu lembaga belajar-mengajar dimana transformasi nilai-nilai edukasi menjadi prioritas utama, tempat belajar yang dimodifikasi dengan  coffee shop," kata salah satu pendiri Coffee Institute, Doddy A Matondang dalam keterangan pers di Jakarta, Senin.

Doddy mengatakan, tempat tersebut merupakan coffee shop dengan konsep public discussion space yang menantang para kawula muda bergulat dalam diskusi berbagai tema, pemikiran, dan pengetahuan bagi kemajuan bangsa ke depan.

"Coffee Institute digagas oleh enam orang anak muda, yakni Ayman, Dessa, Doddy, Erwan, Mahir, dan Nella. Coffee Institute ini menggabungkan konsep E-Greennasionalism (Education, Go Green, dan Nasioalism). Tempat kumpul para kawula muda ini terletak di Jln Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan," katanya.

Menurut dia, konsep education terlihat dari desain interior Coffee Institute yang memang mendukung penuh kegiatan diskusi para kawula muda.

Selain itu, Coffee Institute juga menjalankan sejumlah program pendidikan, diantaranya program distribusi dan rotasi buku, diskusi rutin, bedah buku, serta barter buku dengan segelas kopi. Konsep Go Green sendiri terlihat dari interior ruangan yang sebagian besar berasal dari hasil daur ulang.

"Sedangkan unsur nasionalisme kami tampilkan dengan koleksi buku-buku sejaran dan ke-Indonesiaan, poster para tokoh Indonesia, serta memasukkan unsur batik di beberapa titik interior," ujarnya.

Sementara itu, pendiri yang lain Mahir Bayasut mengatakan Coffee itu dimaksudkan sebagai  sebuah wadah baru bagi anak muda dengan selera anak muda. Bukan hanya sebagai sebuah kegiatan usaha semata, melainkan kehadirannya lebih ditujukan sebagai tempat berkumpulnya anak muda untuk dapat saling bertukar pikiran demi kemajuan bangsa ke depan.

"Kami juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial yang berhubungan dengan edukasi," katanya. (*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca