Kamis, 31 Juli 2014

Saksi: Denny minta Rp30 miliar ke Indosat

Rabu, 8 Agustus 2012 17:23 WIB | 2.596 Views
Jakarta (ANTARA News) - Tiga saksi yang dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, mengatakan bahwa Ketua LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia (KTI) Denny AK meminta uang Rp30 miliar kepada PT Indosat.

Ketiga saksi yang merupakan karyawan bagian legal PT Indosat itu, yakni Didi Sudirman, David Hamongan Siregar, dan Djatmiko Jati.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Heru Sutanto, saksi Didi mengatakan bahwa Denny pada awalnya meminta uang Rp30 miliar agar pihaknya tidak mengganggu kembali PT Indosat terkait kasus layanan Blackberry dan kepemilikan 2.500 tower

"Dalam pertemuan di Starbuck Plaza Indonesia, Denny menuliskan angka 30 pada secarik kertas dan saya tanyakan 30 apa, dijawab Rp30 miliar," kata Didi, saat memberi keterangan di sidang.

Didi mengatakan bahwa sebelumnya Denny AK mengirimkan surat kepada PT Indosat terkait layanan Blacberry dan kepemilikan 2.500 tower yang diduga merugikan uang negara dan mengancam akan melaporkan ke aparat penegak hukum hukum.

Didi mengungkapkan bersama saksi lainnya, David, diperintahkan atasannya untuk memenuhi undangan Denny AK untuk membicarakan surat yang dikirimkannya.

Terkait permintaan uang Rp30 miliar oleh Denny AK, Didi mengatakan bahwa akan menegoisasikan permintaan tersebut ke pimpinan PT Indosat.

Didi juga mengatakan dalam pertemuan selanjutnya Denny AK menurunkan permintaannya menjadi Rp4 miliar. "Dan selanjutnya saya tidak mengetahui proses selanjutnya karena berurusan dengan David.

David, dalam kesaksiannya, mengatakan bahwa membenarkan permintaan uang oleh Denny AK kepada PT Indosat.

"Denny mengancam akan membumihanguskan Indosat jika permintaan tidak dipenuhi," katanya.

David mengatakan bahwa dirinya diperintahkan atasannya menyerahkan uang 2.000 dolar AS atau sekitar Rp200 juta kepada Denny AK.

Ketika Anggota Majelis Sutoto menanyakan apa hubungan Denny AK dengan Indosat sehingga permintaannya dipenuhi.

David mengatakan bahwa Denny AK dengan PT Indosat tidak ada hubungannya dan uang yang diberikan itu sebagai "pemanis" saja.

Sedangkan Saksi Djatmiko mengatakan bahwa pemberian uang 2.000 dolar As kepada Denny AK ini sebagai jebakan karena adanya indikasi pemerasan yang dilakukan kepada perusahaannya.

"Ini untuk mencari bukti adanya tindakan pemerasan dan kami sudah melaporkan ke Polda Metrojaya terkait hal ini," kata Djatmiko.

Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendakwa Denny AK melanggar dan diancam pidana Pasal 369 Ayat (1) KUHP, Pasal 369 Ayat (1) KUHP dan Pasal 335 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Denny AK dilaporkan oleh Direktur Utama Indosat Harry Sasongko kepada Kepolisian Polda Metrojaya karena diduga melakukan pemerasan dengan meminta uang Rp30 miliar.

Terdakwa yang bertemu dengan David Hamongan yang menyerahkan uang Rp2.000 dolar AS di Restoran Pepper Lunch Plaza Indonesia pada 20 April 2012 ditangkap polisi saat menghitung uang dari Indosat tersebut.

(J008/R021)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga