Rabu, 22 Oktober 2014

Sering pingsan, bisa jadi disebabkan oleh gen bawaan anda

| 2.817 Views
id pingsan, gen bawaan, otak
Sering pingsan, bisa jadi disebabkan oleh gen bawaan anda
Ilustrasi Otak Manusia (Istimewa)
Jakarta (ANTARA News ) - Pingsan bisa terjadi pada siapa saja, namun bila Anda sering mengalaminya, bisa jadi itu disebabkan oleh gen bawaan Anda, kata ilmuwan dari University of Melbourne, Australia.

Pingsan adalah hilangnya kesadaran seseorang dalam beberapa saat, karena tubuh bereaksi pada beberapa hal pemicu, seperti gangguan emosi dan tekanan darah rendah.

Beberapa hal seringkali diperdebatkan mengenai pingsan, apakah pingsan dipicu oleh faktor genetik, faktor lingkungan, atau perpaduan dari kedua faktor tersebut, ujar salah satu anggota American Academy of Neurology, Dr Samuel Berkovic.

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan dari University of Melbourne, Australia, yakin bahwa mereka telah menjawab pertanyaan yang sering diperdebatkan ini, setelah melakukan penelitian terhadap pasangan saudara kembar.

Penelitian yang dilakukan terhadap 51 pasangan kembar berjenis kelamin sama, dengan kisaran usia sembilan hingga 69 tahun. Para responden ini diberikan pertanyaan kuesioner melalui telepon.

Sebagaimana diberitakan oleh DailyMail, dari 51 pasangan kembar tersebut, ditemukan satu pasangan kembar yang kerap kali mengalami pingsan,

Para ilmuwan ini lalu mengumpulkan informasi mengenai sejarah anggota keluarga mereka. Apakah ada kerabat yang seringkali mengalami keadaan pingsan.

Dari 51 pasang anak kembar, 57 persen di antaranya memiliki bakat yang memicu terjadinya keadaan pingsan.

Penelitian ini membuktikan bahwa pasangan kembar identik, cenderung untuk mengalami pingsan lebih sering dibandingkan dengan pasangan kembar dari dua sel telur yang berbeda.

Risiko akan keadaaan pingsan pada kembar identik itu, tidak berhubungan dengan faktor dari luar seperti dehidrasi. Namun faktor dari luar tersebut tidak menutup kemungkinan dapat memicu keadaan pingsan lebih tinggi pada pasangan kembar identik.

"Hasil penelitian kami menyatakan bahwa kejadian pingsan lebih sering terjadi pada orang yang membawa genetik bawaan tersebut. Mungkin ada berbagai faktor penyebab baik dari genetik maupun berbagai faktor lingkungan lainnya yang memicu fenomena ini," kata Berkovic.
(M048)


 

Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga