Ilustrasi Otak Manusia (Istimewa)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News ) - Pingsan bisa terjadi pada siapa saja,
namun bila Anda sering mengalaminya, bisa jadi itu disebabkan oleh gen bawaan Anda, kata ilmuwan dari University of Melbourne, Australia.
Pingsan
adalah hilangnya kesadaran seseorang dalam beberapa saat, karena tubuh
bereaksi pada beberapa hal pemicu, seperti gangguan emosi dan tekanan
darah rendah.
Beberapa hal seringkali diperdebatkan mengenai pingsan, apakah pingsan
dipicu oleh faktor genetik, faktor lingkungan, atau perpaduan dari kedua
faktor tersebut, ujar salah satu anggota American Academy of Neurology,
Dr Samuel Berkovic.
Untuk pertama kalinya, para ilmuwan dari University of Melbourne,
Australia, yakin bahwa mereka telah menjawab pertanyaan yang sering
diperdebatkan ini, setelah melakukan penelitian terhadap pasangan
saudara kembar.
Penelitian yang dilakukan terhadap 51 pasangan kembar berjenis
kelamin sama, dengan kisaran usia sembilan hingga 69 tahun. Para
responden ini diberikan pertanyaan kuesioner melalui telepon.
Sebagaimana diberitakan oleh DailyMail, dari 51 pasangan kembar tersebut, ditemukan satu pasangan kembar yang kerap kali mengalami pingsan,
Para ilmuwan ini lalu mengumpulkan informasi mengenai sejarah anggota keluarga mereka. Apakah ada kerabat yang seringkali mengalami keadaan pingsan.
Dari 51 pasang anak kembar, 57 persen di antaranya memiliki bakat yang memicu terjadinya keadaan pingsan.
Penelitian ini membuktikan bahwa pasangan kembar identik, cenderung
untuk mengalami pingsan lebih sering dibandingkan dengan pasangan kembar dari dua
sel telur yang berbeda.
Risiko akan keadaaan pingsan pada kembar identik itu, tidak
berhubungan dengan faktor dari luar seperti dehidrasi. Namun faktor dari
luar tersebut tidak menutup kemungkinan dapat memicu keadaan pingsan lebih tinggi pada
pasangan kembar identik.
"Hasil penelitian kami menyatakan bahwa kejadian pingsan lebih
sering terjadi pada orang yang membawa genetik bawaan tersebut. Mungkin
ada berbagai faktor penyebab baik dari genetik maupun berbagai faktor
lingkungan lainnya yang memicu fenomena ini," kata Berkovic.
(M048)
Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com