Kamis, 23 Oktober 2014

Bayi harimau sumatera diotopsi

| 5.032 Views
id harimau sumatera, harimau mati, bayi harimau
Bayi harimau sumatera diotopsi
Seorang petugas medis memberikan susu pada bayi harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) bernama Bayu yang baru lahir di ruang pemeriksaan Museum Satwa, Batu, Jawa Timur, Senin (4/6). Dengan kelahiran satwa tersebut menambah koleksi harimau Sumatra di taman wisata tersebut menjadi delapan ekor. (FOTO ANTARA/Ari Bowo Sucipto)
... terlihat dari jantungnya yang berwarna kehitaman...
Jambi (ANTARA News) - Bayi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang ditemukan tewas oleh warga diotopsi Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Jambi bersama tim kesehatan Kebun Binatang Taman Rimba, Jambi. Dia warga Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, belum lama ini.

"Otopsi kami lakukan hari ini, setiap ada binatang langka yang mati memang kami lakukan otopsi. Untuk memastikan apa penyebab sebenarnya kematian itu," ujar seorang pejabat di BKSDA Jambi, Nurasman, kepada wartawan di Jambi, Kamis.

Dari hasil otopsi tersebut, dugaan sementara kematian "Eci", bayi harimau sumatera yang diperkirakan baru berumur dua bulan itu akibat gangguan pencernaan. "Ini terlihat dari jantungnya yang berwarna kehitaman. Kami juga mengambil beberapa contoh pencernaan Eci untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Selanjutnya, contoh pencernaan bayi harimau itu akan dikirim ke Balai Penyidikan dan Pengujian Veterinir (BPPV) Regional II di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

"Setelah dilakukan tes laboratorium dan penelitian di BPPV akan diketahui apa sebenarnya yang menyebabkan Eci meninggal," ujarnya.

Pihak BKSDA Jambi sebelumnya juga berencana akan mengawetkan tubuh Eci yang bertujuan untuk penelitian ilmu pengetahuan.

Sebelumnya, satu dari dua bayi harimau Sumatera yang ditemukan warga Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi diketahui mati pada Selasa (4/9) malam, diduga akibat kondisi tubuhnya yang semakin lemah dan menurun.

Kedua bayi harimau Sumatera betina yang diberi nama Eci dan Lala ditemukan empat orang warga Sungai Gelam pada Minggu pagi (2/9), tidak jauh dari kawasan perkebunan di daerah itu.

Sempat diinapkan semalam, akhirnya warga memutuskan melapor ke kepolisian setempat.

Konflik harimau-manusia juga kerap terjadi. Berdasarkan data BKSDA Jambi puncak konflik itu terjadi pada 2009-2010 hingga menewaskan beberapa orang warga setempat. Populasi harimau sumatera di Jambi diperkirakan tinggal 300-400, menyebar di beberapa kawasan taman nasional dan hutan koservasi.

(KR-BS/E003)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga