Sabtu, 26 Juli 2014

Kemensesneg berharap media memberikan porsi berita pembangunan

Selasa, 25 September 2012 23:36 WIB | 1.758 Views
Banjarmasin (ANTARA News) - Kementerian Sekretaris Negara berharap media massa memberikan porsi atau ruang bagi berita pembangunan sehingga informasi yang diterima masyarakat menjadi lebih berimbang.

Staf Ahli Mensesneg Prof Dadan Wildan pada "Focus Group Discusion" (PGD)  di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatamengemukakan hal itun, dengan tema menjembatani kebijakan pusat dan daerah, Selasa, mengatakan, saat ini sebagian besar media massa memberitakan hal-hal negatif dari pemerintahan.

"Misalnya saja, untuk pembangunan jalan hampir tidak pernah diberitakan, kalaupun ada porsinya sangat kecil, sedangkan sebaliknya bila ada jalan rusak walaupun hanya kecil, beritanya menjadi besar," katanya.

Begitu juga dengan berbagai persoalan lainnya, yang seakan-akan dari pemberitaan tersebut pemerintah tidak pernah bekerja, karena yang muncul berita-berita yang negatifnya saja yang disampaikan secara terus menerus.

Dengan demikian, kata dia, melalui diskusi yang menghadirkan pimpinan media massa daerah, dosen, ombudsman dan instansi terkait, akan diperoleh formula yang tepat sehingga informasi atau kebijakan pemerintah bisa diterima oleh masyarakat secara berimbang.

Banyak informasi kemajuan negara yang kini jauh lebih baik, antara lain adalah pertumbuhan ekonomi pada 2010 mencapai 6 persen jauh di atas 2009 yang hanya 4,5 persen, Kinerja ekonomi yang membaik, memberi dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Begitu juga dengan program-program pemerintah untuk pembangunan ke depan, antara lain adalah program pembangunan koridor ekonomi berdasarkan keunggulan dan potensi daerah yang tercakup dalam program master plan percepatan dan perluasan pembangunan atau MP3EI.

Menurut dia, untuk mengejar ketertinggalan pembangunan daerah, kini pemerintah sedang dalam proses penyiapan program pembangun dalam enam koridor yaitu koridor Sumatra yang difokuskan untuk pembangunan sentra produksi dan pengolahan hasil bumi dan lumbung energi nasional.

Selanjutnya, koridor Kalimantan yaitu pusat produksi dan pengolahan hasil tambang dan lumbung energi nasional, koridor Sulawesi pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian perkebunan, perikanan serta pertambangan nikel nasional.

Koridor Papua pengembangan pangan, perikanan dan energi pertambangan nasional, koridor Jawa pendorong industri jasa dan nasional, koridor Bali dan Nusa Tenggara pendorong pariwisata dan pendukung pangan nasional.

Pernyataan Dadan mendapat tanggapan cukup beragam dari peserta diskusi antara lain adalah dari Ombudsmen Kalimantan Selatan Nurhalis Madjid yang mengatakan, media massa terutama di Kalsel sudah cukup berimbang dalam menyampaikan berita.

"Saya rasa media massa di Kalsel sudah cukup kritis dan berimbang, karena menyuarakan apa yang terjadi di masyarakat, untuk didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah," katanya.

Tanpa kritik yang disampaikan melalui media massa, justru pemerintahan ini tidak akan jalan, tetapi berhenti di tempat karena sistem birokrasi yang masih harus dibenahi.

Pemimpin Redaksi Banjarmasin Post Group Yusran Pare, mengatakan, pada dasarnya berita-berita pembangunan juga cukup menarik untuk diberitakan, asalkan pengambil kebijakan lebih kreatif.

Misalnya saja, pembangunan jalan, yang mungkin hanya satu kilometer, tetapi memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat, juga bisa menjadi berita yang menarik.
(U004/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga