Rabu, 1 Oktober 2014

Delapan naga jalani ritual "tutup mata"

Rabu, 8 Februari 2012 21:39 WIB | 3.178 Views
Pontianak (ANTARA News) - Sebanyak delapan replika naga milik sejumlah yayasan pemadam kebakaran (YPK) Kota Pontianak yang sudah diarak selama tiga hari saat perayaan Cap Go Meh, menjalani ritual "tutup mata" di Kelenteng Kwan Tie Bio di Jalan Diponegoro, kemarin.

Kedelapan replika naga yang melakukan ritual "tutup mata" yakni naga milik Yayasan Panca Bhakti, kemudian disusul naga milik Yayasan Pemadam Kebakaran (YPK) Siaga, Budi Pekerti, YPK Khatulistiwa, YPK Merdeka, BPAS Siantan, Panca Bhakti, Mitra Bakti.

Setelah sebelumnya, kedelapan itu juga telah melakukan ritual "buka mata" di kelenteng yang sama pada hari ke-13 Imlek dengan maksud agar naga-naga tersebut diberikan kekuatan oleh makhluk kayangan untuk mengusir roh-roh jahat di kota itu.

Ketua Perayaan Cap Go Meh tahun 2012 di Kota Pontianak Yo Nguan Cua menjelaskan, ritual "naga tutup mata" dilakukan oleh seorang suhu yang kerasukan arwah Sun Go Kong (Dewa Kera), yang memberikan tanda hitan pada mata naga yang sebelumnya diberi tanda merah.

"Menurut kepercayaan, setiap naga yang melakukan ritual buka mata, pada hari ke-16 Imlek harus dibakar agar tidak membuat bahaya bagi pemain naga tersebut," ujarnya.

Kedelapan replika naga tersebut yang telah menjalani ritual

"tutup mata" kemudian dibakar di pemakaman Tionghoa milik YBS Pontianak di Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya, dengan maksud mengirim kembali arwah naga ke kayangan setelah diundang ke bumi untuk membersihkan roh-roh jahat.

Sebelumnya, Budayawan Etnis Tionghoa Pontianak, Lie Sau Fat alias XF Asali dalam tulisannya pada buku "Aneka Budaya Tionghoa Kalbar" mengatakan, Cap Go sama dengan lima belas, Meh sama dengan malam atau diartikan malam ke lima belas.

Ada dua persi tentang Cap Go Meh, yaitu persi Yuan Shiau Ciek, menganggap Cap Go Meh sebagai satu festifal yang diarayakan sejak Dinasti Xie Han (206 SM - 34 M) yang menandakan berakhirnya perayaan tahun baru.

Sementara pada Dinasti Tung Han (25 - 220 M) Kaisar Liu Chang (Han Min Tie) merayakan Yuan Shiau Ciek untuk menghormati Sang Buddha Sakyamuni yang telah menampakkan diri pada tanggal 30, bulan 12 Imlek di dataran Barat di tafsir sama dengan tanggal 15 bulan 1 Imlek dataran Timur.

Kaisar di zaman itu memerintahkan rakyatnya sembahyang, syukuran, arak-arakan, memasang lampion (lampu), atraksi kesenian rakyat seramai mungkin malam itu.
(U.A057/N005)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga