Jumat, 19 Desember 2014

Anggota geng motor Brigez diminta tobat

| 1.571 Views
id geng motor brigez, geng motor garut, panglima perang herdi, geng motor bandung
Garut (ANTARA News) - "Panglima perang" gerombolan pemotor Brigez, Herdi (26), meminta anggota Brigez di Kabupaten Garut dan kota lainnya di Jawa Barat untuk bertobat.

"Saya harap semua anggota Brigez tobat, jangan berakhir seperti saya," kata pria yang masih menderita luka tembak di kedua kaki itu saat menjalani pemeriksaan di markas Polres Garut, Rabu.

Ia terpaksa ditembak oleh petugas kepolisian karena berusaha melawan saat akan ditangkap di wilayah Tarogong, Garut, Senin (16/4).

Ia juga terluka di bagian muka dan pada matanya tampak terlihat ada bercak darah. Herdi mengaku menyesali perbuatan yang membawanya harus berususan dengan polisi.

Ia menjadi buronan polisi sejak 2009. Selama dalam pelarian di wilayah Kota Bandung ia mengaku tidak tenang sehingga akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampungnya di Kecamatan Bungbulang, Garut.

"Kapok pak, sakit, saya harap jangan sampai anggota lainnya seperti saya ini," katanya dengan suara meringis kesakitan.

Ia mengakui perbuatannya, seperti mengeroyok orang dan merampas sepeda motor orang lain, merupakan tindakan yang salah.

Perbuatannya itu, kata Herdi karena ikut-ikutan dengan anggota gerombolan bermotornya dan ia tergabung dalam kelompok itu sejak duduk di bangku SMA.

"Saya awalnya hanya ikut-ikutan masuk Brigez, tapi kalau berakhirnya seperti ini saya kapok juga," kata Herdi yang mata kirinya mengalami kebutaan.

Menurut catatan kepolisian, Herdi telah melakukan tindak kriminal di tiga tempat di Garut yakni wilayah Sukawening, Cisurupan, dan Rancabuaya.

Berdasarkan laporan sejumlah korban yang mengenali ciri-ciri pelaku, polisi menduga Herdi telah melakukan kejahatan lainnya di wilayah Garut dan sejumlah daerah di luar kota.

"Kita masih dalam penyelidikan karena orang yang kami tangkap ini buronan dan diduga telah beberapa kali melakukan perbuatan kriminal," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Garut, AKP Yusuf Hamdani.

Pelaku kini mendekam dalam penjara dan dijerat pasal 351 ayat 2 dan pasal 354 KUH Pidana tentang penganiayaan dengan ancaman penjara diatas lima tahun.

(KR-FPM/Y003)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca