Sabtu, 1 November 2014

Ledakan bom di sekolah Italia tewaskan remaja putri

| 3.672 Views
id ledakan bom, bom meledak di italia, bom meledak di sekolah italia,
Ledakan bom di sekolah Italia tewaskan remaja putri
Ilustrasi(ist)
Roma (ANTARA News) - Sebuah bom meledak, Sabtu (19/5) di satu sekolah dan menewaskan seorang remaja putri berusia 16 tahun serta melukai lima remaja lain.

Kejadian tersebut membuat Italia gempar dan hujan protes muncul dari seluruh negeri tersebut.

Pembunuhan dan kekacauan terjadi ketika terdengar ledakan kuat pada pukul 07.45 waktu setempat (12.45 WIB) di dekat gerbang gedung sekolah saat siswa berdatangan untuk mengikuti pelajaran di sekolah menengah kejuruan di Kota Brindisi, Italia selatan.

"Asap tebal membubung, puing berserakan ke segala tempat, teriak berkumandang," kata Corradino De Paollis, pejalan kaki yang bergegas ke tempat kejadi, kepada AFP --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad.

Puing, termasuk notebook yang pecah, di lokasi ledakan tersebar ke berbagai tempat, saat penyelidik menyisiri daerah itu untuk menemukan bukti.

Teman korban Melissa Bassi, Veronica Capodieci, yang juga berusia 16 tahun, berada "dalam kondisi sangat serius" karena luka di dadanya, kata beberapa dokter rumah sakit.

Empat korban lain yang sedang dirawat menderita luka bakar parah dan lima telah diperkenankan pulang karena mereka menderita luka ringan.

Tak seorang pun mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut dan Menteri Dalam Negeri Anna Maria Cancellieri mengatakan para penyelidik sedang meneliti "sejumlah perkiraan".

Bahan peledak itu terdiri atas tiga tabung gas dengan pengatur waktu yang disembunyikan di dalam satu tempat di sebelah tembok, tepat di luar sekolah tersebut --yang mengajarkan kegiatan sosial, pariwisata dan fesyen serta diberi nama untuk menghormati seorang korban mafia.

Wilayah itu, tempat serangan terjadi, adalah pusat Sacra Corona Unita (United Sacred Crown), mafia lokal yang telah menghadap tekanan dari penyelidik dalam beberapa tahun belakangan. Pengaruh kelompok tersebut juga dipandang sudah mulai pudar.

Kelompok tersebut, yang terlibat dalam penyelundupan senjata dan narkotika melalui Balkan serta penyelundupan manusia, diduga berada di belakang serangkaian serangan bom di wilayah itu awal Mei terhadap pegiat anti-mafia.

Para pengamat menuding fakta bahwa sekolah tersebut diberi nama Francesca Morvillo, istri dari hakim terkenal anti-mafia Giovanni Falcone. Francesca Morvillo dibunuh bersama suaminya dan tiga pengawal oleh satu bom mafia 20 tahun lalu.
(C003/A011)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga