Kamis, 18 September 2014

Tamara tak sangka raih nilai UN tertinggi

Sabtu, 2 Juni 2012 20:45 WIB | 3.751 Views
Denpasar (ANTARA News) - Ni Putu Tamara Bidari Suweta, siswi SMP Negeri 1 Denpasar, tak menyangka mampu meraih nilai ujian nasional (UN) tertinggi di Indonesia.

"Saya sama sekali tidak menyangka dapat nilai UN 40, saya senang sekali," katanya saat ditemui di sekolahnya, Sabtu.

Gadis kelahiran 1 Maret 1997 itu pada UN tahun pelajaran 2011/2012 mendapat nilai sempurna 10 untuk setiap mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.

Pengidola Sekjen PBB Ban Ki-moon itu menuturkan, sebenarnya ada dua jawaban dalam mata pelajaran Bahasa Inggris yang membuatnya ragu. Kalau mata pelajaran lain, dia yakin dapat nilai 10.

Terkait dengan rahasia kesuksesannya itu, menurut dia, tidak jauh berbeda dengan cara belajar rekan-rekannya yang lain.

"Saya ikut les di sekolah dan juga di bimbingan belajar. Saya juga biasa menonton televisi dan kumpul-kumpul dengan teman. Yang penting, saat belajar mesti fokus," kata putri dari I Wayan Mudana Suweta itu.

Dari kelas I hingga III SMP, Tamara selalu berada di peringkat 10 besar di kelasnya. Selepas dari SMP Negeri 1 Denpasar, dia berkeinginan melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 4 Denpasar dan bercita-cita menjadi dokter.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Denpasar Anak Agung Rimbya Temaja mengakui, prestasi Tamara begitu luar biasa. Kesuksesan Tamaran sekaligus melengkapi prestasi SMP Negeri 1 Denpasar yang berhasil memperoleh nilai rata-rata UN tertinggi secara nasional pada UN SMP tahun ini.

"Ini luar biasa. Dari tahun 1980 saya mengajar di sini, belum pernah ada yang dapat nilai UN murni semua mata pelajaran 10," ujarnya.

Selain Tamara, ada 10 rekannya yang lain di SMP Negeri 1 Denpasar yang mendapat nilai murni UN 38,80. Mereka itu mendapat nilai 10 untuk dua mata pelajaran yang diujikan.

"Komite sekolah sudah menyediakan dana sebesar Rp30,7 juta sebagai bonus bagi siswa yang mendapat nilai 10. Tiap mata pelajaran yang mendapat nilai 10, maka mereka berhak mendapat Rp100 ribu," ujarnya.

SMPN 1 Denpasar sebagai sekolah penyandang predikat rintisan sekolah bertaraf internasional juga memberlakukan penambahan enam jam pelajaran untuk Matematika dan Bahasa Inggris.

"Di sekolah kami, dalam satu minggu, siswa mengikuti 48 jam pelajaran, berbeda dengan sekolah lainnya yang biasanya 42 jam pelajaran," ucap Rimbya.

Sedangkan siswa SMP Negeri 1 Denpasar yang mendapatkan nilai akhir UN yang merupakan penggabungan nilai murni ujian nasional, nilai sekolah dan rata-rata raport itu dipegang oleh Nancy Cynthia Sudiartha dan I Gede Putra Arcana dengan perolehan nilai 39,00. Mereka berdua menempati posisi tertinggi di Bali untuk nilai akhir UN.
(KR-LHS)

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga