Jumat, 24 Oktober 2014

Terbang dengan balon raksasa di Taman Mini

| 9.451 Views
id balon udara, balon raksasa, balon raksasa tmii, taman mini indonesia indah
Terbang dengan balon raksasa di Taman Mini
Pengunjung TMII bisa naik balon raksasa pada hari Selasa-Minggu kalau cuaca baik. (www.balonraksasa.com)
Jakarta (ANTARA News) - "Langit biru, awan putih, terbentang indah lukisan yang Kuasa. Ku melayang di udara, terbang dengan balon udaraku."

Sepenggal lirik lagu Sherina itu bisa diwujudkan di wahana Balon Raksasa di Taman Bunga Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Hari Minggu, pukul 9 pagi, beberapa petugas berseragam oranye sudah hadir di sekitar Balon Raksasa yang sedang parkir. Mereka mengurai kabel dan jaring yang menghubungkan balon dengan gondola bentuknya serupa donat.

Beberapa saat kemudian para petugas menaiki gondola dan menerbangkan balon dengan tinggi 32 meter dan lebar 22 meter yang belum berpenumpang.

"Mereka sedang mengecek angin," kata Marketing Balon Raksasa, Fitria N. Agustin.

Balon dengan kapasitas maksimal 30 orang penumpang itu tidak akan diterbangkan bila angin berhembus terlalu kencang atau sedang hujan.

"Status penerbangan bisa dicek langsung di website kami," lanjut Fitria.

Balon yang diklaim terbesar di Asia Tenggara ini hadir pertama kali di Indonesia pada Desember 2011.

Fitria menyatakan balon raksasa itu aman karena menggunakan helium non eksplosif, tidak meledak. Kulit balon juga terbuat dari kevlar, bahan yang dipakai untuk baju pembalap dan baju anti peluru, sehingga tidak mudah robek.

Antaranews, yang bersama beberapa penumpang menaiki gondola, disambut oleh pilot yang bertugas mengoperasikan gerak balon seraya terus berkomunikasi dengan Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma.

Rupanya, balon raksasa ini statusnya disamakan dengan pesawat. Sebelum melayang, pilot balon raksasa harus melapor dulu ke Lanud Halim Perdanakusuma. Balon akan diterbangkan bila sudah mendapat izin.

"Sekarang hanya boleh naik 110 meter," ujar Abdul Rachman, pilot balon raksasa pagi ini.

Tinggi maksimal yang bisa dicapai balon raksasa adalah 150 meter. Namun, ketinggian itu berubah-ubah tergantung situasi.

Abdul Rachman mengatakan, wilayah terbang balon adalah rute yang sering dilewati pesawat karena itu perlu ada komunikasi untuk mencegah kecelakaan di udara.


Saat terbang

Saat mulai diterbangkan, balon bergerak perlahan seperti lift yang sedang naik.

Dari gondola yang dilengkapi dengan jaring pengaman, Taman Mini pelan-pelan terlihat mengecil. Demikian pula bangunan-bangunan berbentuk unik di dalamnya seperti Keong Mas, Museum Olahraga yang berbentuk bola sepak, dan Museum Purnabakti Pertiwi yang berbentuk kumpulan tumpeng.

"Anginnya lagi bagus," kata Abdul.

Dia pun menunjukkan angka-angka di panel kontrol yang ada di gondola. Sebuah layar kecil menunjukkan angka 1. "Kisarannya 1-24. Kalau 1 berarti anginnya kalem," jelas dia.

Cuaca memang terasa bersahabat pagi itu. Walau sudah berada di ketinggian maksimal, angin bertiup sepoi-sepoi saja. Tidak ada guncangan besar yang membuat jantung berdebar.

Selama beberapa menit, para penumpang asyik mengabadikan momen dengan kamera masing-masing. Tak terasa 15 menit sudah berlalu, pilot mengumumkan bahwa balon akan segera turun.

Selang beberapa detik, gondola mendarat mulus di landasan. Ekspresi sumringah terlihat dari para penumpang yang turun.

"Puas. Tapi rasanya cepet banget terbangnya," kata Suandi (30), warga Jakarta Barat yang datang bersama teman dan keluarganya.

Menurut Suadi, sebelumnya sudah pernah datang namun balon tidak terbang seharian karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Tiket itu dia gunakan untuk terbang dengan balon hari ini.

Tiket masuk balon udara untuk seorang dewasa pada akhir pekan Rp120.000 sedang untuk anak-anak Rp80.000 per orang. Sementara pada hari biasa, orang dewasa hanya perlu membayar Rp100.000 dan anak-anak Rp60.000 untuk naik balon raksasa.

"Tapi tiketnya agak mahal ya," tambah Suandi.

Abdul, salah satu dari tujuh pilot balon raksasa, mengemukakan alasan di balik tiket yang mahal.

Dia menjelaskan, helium balon udara harus diisi ulang setiap tiga bulan dan harga helium yang diimpor dari Qatar memang cukup mahal.

"Kemarin baru isi ulang totalnya sekitar Rp145 juta, makanya tiketnya agak mahal karena biaya operasional juga tinggi," kata Abdul.
(nan)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga