Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia menyarankan sejumlah bank sentral di wilayah ASEAN untuk mendorong inklusi keuangan dengan memberi keleluasaan kepada perbankan untuk mengembangkan model bisnis mereka.

"Untuk mendukung inklusi keuangan, regulasi perbankan harus mengizinkan sejumlah bank komersial untuk menyampaikan model bisnis mereka yang bertanggung jawab," kata Direktur Senior BI Zaeni Aboe Amin saat pidato dalam Konferensi Inklusi Keuangan ASEAN di Jakarta, Kamis.

Selain bisa dipertanggungjawabkan, bank diharap membawa model bisnis yang sesuai dengan wilayah cakupan serta bertujuan komersial dan memiliki risiko yang kecil.

Bank, menurut Zaeni, bisa memperhitungkan nilai komersial dari inklusi keuangan yang bisa diwujudkan melalui agen perbankan dan "mobile banking" yang termasuk dalam branchless banking atau perbankan tanpa kantor sehingga dapat mencakup kawasan pelosok di ASEAN.

"Dari sisi regulator, mereka bisa menyediakan koridor bagi model untuk bisa dikembangkan dan memfasilitasi pembangunan kapasitas dalam menciptakan dan membuat model agar bisa diberlakukan," kata Zaeni.

Selain itu, dia menilai diperlukannya upaya evaluasi terhadap perkembangan regulasi yang telah diberlakukan.

Hal itu untuk mengukur keefektifan program inklusi keuangan seperti dari sisi akses dan penggunaan akses tersebut.

Menurut dia, sistem keuangan inklusif merupakan prasyarat penting dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan karena bisa memberikan akses perbankan kepada masyarakat secara lebih baik sehingga memberi kesempatan kontribusi yang lebih besar terhadap kegiatan ekonomi.

"Kendala utama yang dihadapi dalam menciptakan inklusi keuangan adalah bagaimana menciptakan komitmen dari pemangku kepentingan yang terlibat, baik pemerintah maupun sektor swasta, dalam pemberlakuan strategi tersebut," kata Zaeni.
(B019/A011)