Sabtu, 20 Desember 2014

"Indonesia telah berbuat banyak demi kemerdekaan Palestina"

| 3.812 Views
id kemerdekaan Palestina, peran Indonesia
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi (FOTO ANTARA)
Di Parlemen Indonesia memang terjadi perpecahan partai politik, namun ketika berbicara mengenai Palestina mereka akan bersatu. Begitu terdapat ribuan organisasi yang memperjuangkan Palestina di Indonesia.
Bandung (ANTARA News) - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, mengatakan Indonesia telah berbuat banyak demi terwujudnya kemerdekaan Palestina.

Mehdawi mengenang ketika pertama kali tiba di Indonesia pada 2006, dia bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ketika itu, Presiden SBY bertanya kepada saya apa yang bisa Indonesia lakukan untuk kemerdekaan Palestina? Saya mengatakan tentang konferensi Bandung. Pada tahun berikutnya, Indonesia menjadi tuan rumah KTT Asia Afrika dan seluruh negara yang hadir berjanji untuk mendukung kemerdekaan Palestina."

Indonesia juga, lanjut dia, telah memberikan pelatihan kepada 450 pemuda asal Palestina.

"Di Parlemen Indonesia memang terjadi perpecahan partai politik, namun ketika berbicara mengenai Palestina mereka akan bersatu. Begitu terdapat ribuan organisasi yang memperjuangkan Palestina di Indonesia," jelas Dubes Mehdawi.

Mehdawi menjelaskan sejak 1965, rakyat Palestina telah banyak berkorban dan juga telah menyuarakan di forum-forum internasional.

"Rakyat Palestina merupakan rakyat yang tegar yang berada di wilayah yang terbekahi. Kami berharap, dukungan yang diberikan tidak hanya fokus pada perjuangan tetapi juga pada sektor ekonomi," kata Mehdawi.

Rakyat Palestina saat ini, kata Mehdawi, mengalami dilema karena banyak yang tidak mempunyai pekerjaan dan embargo. Sedangkan ada pengusaha Israel yang menggelontorkan uang sebesar 73 juta dolar AS untuk membeli tanah rakyat Palestina.

"Untuk itu perlu dukungan, misalnya dari sektor pariwisata. Sehingga roda perekonomian di Palestina bisa bergerak," imbuh Mehdawi.

Konferensi Pembebasan Palestina dilangsungkan di Bandung pada 4--5 Juli. Konferensi tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai negara seperti Inggris, Palestina, Filipina, Malaysia, Sudan, Indonesia dan lainnya.

(I025)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga