Jumat, 31 Oktober 2014

Hatta dukung penambahan kapal di Pelabuhan Merak

| 1.425 Views
id menko perekonomian, hatta rajasa, angkutan kapal, pelabuhan merak, bakaheuni, truk
Pertama bangun tambahan dermaga dan secara konsisten harus ada kapal yang beroperasi minimal sebanyak 26 kapal
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mendukung penambahan kapal untuk lalu lintas di Selat Sunda,  jalur penyeberangan Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheuni.

"Pertama bangun tambahan dermaga dan secara konsisten harus ada kapal yang beroperasi minimal sebanyak 26 kapal," kata Hatta seusai mendatangi acara pembukaan Forum Bisnis ASEAN - Amerika Latin (ALBF) di Jakarta, Senin.

Dia mengharapkan antrean di Pelabuhan Merak dapat segera terurai mengingat sudah ada kapal tambahan untuk mengatasi antrean.

Selain penambahan dermaga dan kapal, unsur pengelolaan pelabuhan juga disarankan Hatta dapat diperbaiki.

"Manajemen pelabuhan harus melihat jumlah pertumbuhan penyeberangan yang sangat dahsyat. Pada 2009 - 2010 pertumbuhannya sangat luar biasa, sehingga kalau manajemen tidak ketat, dan jika terganggu sedikit penyeberangannya, maka antrean akan sangat panjang," jelas Hatta.

Menurut Hatta, karena kepemilikan saham ASDP di penyeberangan tersebut hanya sedikit --sebagian besar dimiliki swasta--, maka pemerintah mendorong swasta untuk menambah armada.

Alasan swasta tidak mau mengadakan kapal baru, kata Hatta, karena tarif angkutan kapal yang kurang sesuai.

"Oleh karena itu perlu kami pikirkan semacam penyesuaian tarif. Jadi ada yang jual kapal cepat tapi harganya relatif lebih tinggi sedikit, sedangkan yang fungsional sekarang tetap berjalan hingga Indonesia punya Jembatan Selat Sunda (JSS)," tambah Hatta.

Menko menilai proyek JSS tidak akan mematikan bisnis penyeberangan karena dalam pembangunannya jembatan itu baru akan selesai di atas 2020.

Selain jumlah kapal yang terbatas yakni hanya 19 kapal, antrean kendaraan di Pelabuhan Merak ditengarai terjadi karena adanya peningkatan jumlah kendaraan angkutan barang yang ingin menyeberang ke Pulau Sumatera menjelang Ramadhan.

Peningkatan terjadi karena sejumlah perusahaan meningkatkan jumlah pengiriman barang ke Pulau Sumatera untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan pasca-Ramadhan mengingat adanya pembatasan kendaraan angkutan barang saat menjelang Lebaran.

(B019)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga