Jumat, 31 Oktober 2014

Uniknya seni oshibana ala indonesia

| 6.630 Views
id oshibana, oshibana indonesia, bunga indonesia, bunga tekan indonesia, pressed flower, pressed flower indonesia,
Uniknya seni oshibana ala indonesia
Salah satu oshibana karya Sri Alderina (Komunitas Oshibana Indonesia)
Saya ingin meng-oshibana-kan Indonesia, dan mengindonesiakan oshibana
Jakarta (ANTARA News) - Kekayaan ragam bunga Indonesia mendorong Sri Alderina menggiatkan oshibana, bunga tekan atau pressed flower, ala Indonesia.

Kecintaan Rina pada oshibana dimulai setahun lalu lewat kursus. Dari situ, Rina mengembangkan ilmunya secara otodidak. 

"Saya ingin meng-oshibana-kan Indonesia, dan mengindonesiakan oshibana," kata Rina pada ANTARA News saat ditemui usai workshop oshibana di Gelar Jepang Universitas Indonesia 2012.

Rina ingin mempopulerkan oshibana yang dia nilai masih belum sepopuler karya seni seputar bunga dari Jepang lainnya, ikebana. Selain itu, dia juga ingin memanfaatkan bunga asli Indonesia untuk oshibana.

"Bunga asli kita kan cantik-cantik dan langka, saya ingin membuat karya sehingga orang bisa bilang 'oh, ada ya oshibana asli Indonesia?'," tutur dia.

Perempuan yang rajin membagikan ilmu oshibana lewat berbagai workshop itu memproduksi sendiri bunga kering dengan teknik sederhana memanfaatkan plastik zipper, kertas buram, kertas minyak, dan busa. Dia membutuhkan waktu rata-rata sepuluh hari untuk "memanen" bunga kering.

Berbeda dengan herbarium --tanaman yang diawetkan dengan cara dijepit di antara benda berat, misalnya di sela-sela buku tebal-- warna bunga yang dikeringkan di oshibana tidak berubah menjadi kecoklatan.

Dia mengemukakan, tingkat kesulitan mengeringkan bunga tergantung dari jenis bunga. 

"Kalau anggrek kan tebal, kadar airnya juga banyak. Jadi diseset dulu, nanti digabung lagi," jelas Rina.

Menurut dia, tanaman yang relatif mudah dikeringkan adalah bunga bugenvil dan daun suplir yang kadar airnya rendah.

Bunga-bunga yang sudah kering itu disusun Rina menjadi lukisan, pajangan, hingga hiasan notes.

Bagi Rina, oshibana memberinya banyak hal: hobi, karya seni, juga penghasilan.

"Aku senang craft, senang juga mengajar," kata perempuan yang pernah menjadi guru bahasa Inggris itu.

Karya-karya Rina sudah beberapa kali dipamerkan di bazar-bazar kebudayaan Jepang dan Korea. Tak jarang, orang asing pun tertarik pada oshibana ciptaannya.

"Ada orang Jepang yang pesan notes oshibana bunga Indonesia untuk oleh-oleh, dia tadinya tinggal di Indonesia dan mau pulang ke Jepang," kata Rina.
(nan)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga