Jumat, 24 Oktober 2014

Legislator: tata niaga pangan tidak efektif

| 1.767 Views
id wakil rakyat, tata niaga pangan, harga naik jelang ramadhan, anggota dpr, Ma`mur Hasanuddin
Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok seringkali terjadi setiap tahun menjelang bulan suci Ramadhan, namun tahun ini ironisnya kenaikan terjadi hampir satu bulan sebelum Ramadhan,"
Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi IV DPR RI Ma`mur Hasanuddin menilai lonjakan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan merupakan indikasi bahwa tata niaga pangan dan sistem proteksi konsumen oleh pemerintah kurang efektif.

"Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok seringkali terjadi setiap tahun menjelang bulan suci Ramadhan, namun tahun ini ironisnya kenaikan terjadi hampir satu bulan sebelum Ramadhan," ujarnya di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, fenomena ini menandakan bahwa spekulan telah memanfaatkan psikologi konsumen yang diakibatkan rapuhnya tata niaga pangan pemerintah selama ini.

Dikatakannya bahwa kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadhan seakan jadi tradisi yang tidak bisa diantisipasi oleh pemerintah.

Ditegaskannya bahwa seharusnya pemerintah meningkatkan sensitifitasnya atas kenaikan berbagai kebutuhan pokok selama ini dan tidak boleh menutup mata. Di sisi lain, pemerintah juga harus secara intensif terus memperketat pengawasan pangan secara maksimal.

Selain terkait kenaikan, ia menambahkan, pemerintah juga harus memastikan bahwa bahan pokok yang beredar saat ini aman dan terjaga kualitasnya.

Masyarakat pada saat bulan Ramadhan perlu mendapatkan pangan yang baik secara kualitas, halal dan kuantitas memadai karena ditengarai beberapa pedagang mengedarkan produk pangan yang sudah kedaluarsa untuk meraih keuntungan semata.

Untuk itu, ia meminta pemerintah menindak tegas para pedagang yang melakukan spekulasi harga dan penimbunan barang-barang kebutuhan pokok.

Sebelumnya, harga sejumlah bahan pangan pokok (sembako) mulai merambat naik berkisar 5--20 persen. Berdasarkan pantauan di tingkat eceran dan pasar tradisional, beberapa komoditas sembako seperti gula pasir, minyak goreng, daging ayam, dan telur ayam, naik dengan persentase bervariasi.

Namun, kata Ma`mur, satu ironi diungkapkan oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang menegaskan bahwa stok bahan kebutuhan pokok selama bulan puasa hingga Lebaran mencukupi, sehingga masyarakat

tidak perlu panik terjadi kelangkaan. Kenaikan harga yang terjadi di pasar lebih disebabkan karena lonjakan permintaan dan gangguan distribusi.

"Kenaikan harga di tingkat pedagang terjadi akibat efek berantai spekulasi harga yang dilakukan oleh agen dan distributor. Pemerintah harus bertindak cepat menuntaskan masalah ini karena ketersediaan pangan saja tidak cukup, ketika konsumen tidak mampu menjangkau," ujar Ma`mur.
(D011/A013)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga