Sabtu, 20 Desember 2014

Pemimpin Altai desak penguburan kembali mumi berusia 25 abad

| 6.004 Views
id mumi puteri altai, penguburan kembali, gempa bumi
Mereka memandang itu hanya legenda, namun sekarang kami menerima keterangan lebih lanjut bahwa `Puteri` ingin kembali kepada kami di Altai. Jika tidak maka akan ada tanda lain."
Gorno- Altaisk (ANTARA News) - Gempa bumi sebesar 5,3 pada skala Richter yang mengguncang Pegunungan Altai pada Selasa pagi membuat pemimpin Altai mendesak penguburan kembali mumi berusia 25 abad yang digali pada 19 tahun lalu.

Kepercayaan masyarakat pribumi Altai telah lama mengaitkan guncangan yang selalu terjadi dengan pemindahan mumi pada 1993 yang dikenal dengan "Puteri Altai".

Gempa bumi terkini di pegunungan yang terletak di antara Rusia, Mongolia, China dan Kazakhstan terjadi pada 05.30 waktu setempat di Republik Altai, demikian lapor RIA Novosti pada Rabu (1/8).

Kendati episentrum gempa terletak 28 kilometer dari Desa Aktash di wilayah Ulagansky, namun penduduk melaporkan ikut merasakan guncangan di seluruh wilayah.

Masyarakat di wilayah lain, Republik Khakassia juga mengatakan merasakan guncangan lembut pada Selasa pagi meski tidak ada laporan kerusakan.

Kendati demikian Badan Keadaan Darurat dan Pemadam Kebakaran telah melakukan pemeriksaan kepada seluruh bangunan di wilayah tersebut.

Sementara itu mumi "Puteri Altai" ditemukan pada 1993 di Dataran Ukok, di wilayah Altai di Siberia selatan dekat perbatasan dengan Mongolia.

Sejak penemuannya, mumi dibawa ke Institusi Arkeologi dan Etnografi Novosibirsk untuk dipelajari oleh para peneliti.

Pemerintah setempat berharap dapat mengembalikan mumi itu ke wilayah itu pada Agustus setelah Museum Nasional Republik selesai memeriksa dan akan menempatkan mumi di akuarium.

"Kenyataan bahwa gempa bumi terjadi pada Selasa (31/7) merupakan tanda dari `Puteri" menjelang kembalinya dia karena telah ditemukan pada 31 Juli," kata Kepala Pemindahan Kebudayaan Kepercayaan Putih Altai, Akai Kynyev.

Menurut dia, pilot yang menerbangkan "Puteri" ke luar daerah mengatakan dalam penggaliannya, saat itu terjadi gempa bumi, namun tidak ada yang percaya kepada dia.

"Mereka memandang itu hanya legenda, namun sekarang kami menerima keterangan lebih lanjut bahwa `Puteri` ingin kembali kepada kami di Altai. Jika tidak maka akan ada tanda lain," jelas Akai.

Dia juga menambahkan terdapat tanda khusus yang memberitahu bahwa "Puteri Altai" memperlihatkan tanda menjelang pengembaliannya.

"Ini agar masyarakat melihat dan menyadarinya," tambah Akai.

Selain itu seolah berkaitan dengan kepercayaan setempat, Menteri Kebudayaan setempat Vladimir Konchev mengalami kecelakaan lalu lintas kecil pada Selasa dalam perjalanannya menuju Novosibirsk untuk membahas pengembalian mumi tersebut.

Kendati Menteri tidak mengalami luka, media setempat mengartikan hal itu sebagai tanda lain dari mumi.

Kemudian gempa bumi Altai di Siberia pada 27 September 2003 yang merupakan gempa bumi terbesar di Pegunungan Altai selama lebih dari 70 tahun juga dikaitkan dengan kepercayaan setempat atas pemindahan mumi "Puteri".

Gempa tersebut berkekuatan sebesar 7,2 pada skala Richter dan disusul oleh dua gempa berkekuatan 6,2 dan 6,6 pada skala Richter.

Tidak seperti gempa terbaru, pada gempa tersebut menyebabkan kerusakan parah di wilayah tersebut hingga meluluhlantakan Desa Beltir. (B019/M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga