Senin, 20 Oktober 2014

Terduga teroris Solo ada keterkaitan dengan Filipina

| 4.522 Views
id teroris solo, anggota densus tewas, anggota densus 88 tewas, irjen pol anang iskandar, kadiv humas polri
Terduga teroris Solo ada keterkaitan dengan Filipina
Sejumlah anggota kepolisian mengumpulkan barang bukti dari lokasi baku tembak antara Densus 88 dengan terduga teroris di Jl Veteran, Tipes, Solo, Jumat (31/8) malam. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Terduga teroris di Solo itu ada keterkaitannya dengan jaringan teroris lama yanga ada di Filipina
Jakarta (ANTARA News) - Jaringan terduga teroris yang disergap di Solo, Jawa Tengah pada Jumat malam (31/8) ada keterkaitannya dengan jaringan teroris di Filipina.

"Terduga teroris di Solo itu ada keterkaitannya dengan jaringan teroris lama yanga ada di Filipina," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Anang Iskandar di Jakarta, Minggu.

Saat penyergapan, sempat terjadi pergulatan antara polisi dengan para teroris yang mengakibatkan dua terduga teroris tewas, satu orang tewas dan seorang anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror tewas tertembak peristiwa terjadi di Jalan Veteran samping tempat perbelanjaan Lotte Mart, kata Irjen Anang Iskandar.

"Kronologis kejadian pada saat akan dilakukan penangkapan terjadi pergumulan antara polisi dan para teroris yang mencabut senjata api lalu menembakannya ke anggota Densus Bripda Suherman dan tewas, dari baku tembak mengakibatkan dua teroris tewas yaitu Farhan dan Mukhsin serta satu orang ditangkap," kata Kepala Divisi Humas Polri.

Barang bukti yang disita satu pucuk pistol pietro bareta buatan Italia di sisi sebelah bertuliskan PNP (Property Philipines National Police), tiga buah magazine, 43 peluru kaliber sembilan mili meter merk Luger dan sembilan holopoint CBC, kata Irjen Anang.

Sejak pertengahan hingga akhir Agustus 2012, terjadi tiga kali serangan bersenjata oleh orang tak dikenal dengan sasaran tiga pos polisi di lokasi yang berbeda di Kota Solo.

Satu anggota polisi bernama Bripka Dwi Data Subekti saat berjaga di Pos Polisi Plaza Singosaren Kota Solo, Kamis (30/8) malam, gugur akibat serangan bersenjata oleh orang tak dikenal yang diduga terkait dengan jaringan teroris.

Selanjutnya, jenazah anggota Densus 88 yang gugur dalam aksi baku tembak dengan anggota teroris di Solo, Sabtu sekitar pukul 09.00 WIB diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta, setelah sebelumnya dilepas Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo di Markas Satbrimobda Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peti jenazah berbalut Bendera Merah Putih tersebut diangkut dengan menggunakan pesawat Lion Air sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelumnya jenazah disemayamkan di Markas Brimob Polda DIY.
(S035/A011)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga