Jumat, 19 September 2014

Wilayah Kota Palembang diselimuti kabut asap

Sabtu, 15 September 2012 20:39 WIB | 2.581 Views
Wilayah Kota Palembang diselimuti kabut asap
ilustrasi Kabut asap sisa kebakaran menyelimuti Kota Pekanbaru, Pekanbaru, Riau. (FOTO ANTARA/Fachrozi Amri)
Palembang (ANTARA News) - Wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu diselimuti kabut asap pekat semakin parah dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Pantauan Antara, kabut asap yang semakin parah melanda wilayah Kota Palembang itu tidak hanya dirasakan pagi, tetapi diwaktu sore pun masih menyelimuti kota "pempek".

Trissa (30) warga Palembang, mengatakan sejak beberapa hari ini membekali masker penutup hidung dan mulut bagi anaknya ketika sekolah.

Menurut dia, masker menjadi salah satu upaya memperkecil dampak akibat terhirup asap.

Dikatakannya, sejak dua hari ini kabut asap tidak hanya dirasa pagi hari, tetapi sampai sore bahkan malam kabut masih menyelimuti kota.

Akibat dampak dari asap tersebut, kata dia, kini keluarga mereka sudah banyak terkena flu dan gangguan infeksi saluran pernapasan atas (Ispa) dan penyakit lainnya.

Ia mengatakan, selain menggunakan masker ketika keluar rumah, kini mereka harus lebih waspada ketika berkendaraan.

Hal itu, dilakukan untuk menghindari terjadinya masalah sampai menimbulkan kecelakaan saat mengenderai sepeda motor karena asap mulai mengganggu.

Sebelumnya, Kabid Pencemaran Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Palembang, Novriansyah menjelaskan kabut asap akan semakin pekat jika dalam waktu dua minggu kedepan tidak turun hujan.

Asap di Palembang ini kiriman dari daerah lain akibat kebakaran hutan di kabupaten/kota Sumatera Selatan.

Dia menambahkan, meskipun beberapa waktu lalu telah turun hujan tetapi belum berpengaruh langsung ke pengurangan asap.

Sebab, hujan terjadi di kota pempek sementara kebakaran di daerah sama sekali tidak terguyur hujan.

Kabut asap tersebut akibat kebakaran hutan di sejumlah daerah di Sumsel seperti di wilayah Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam dan Kabupaten Muaraenim.

(ANT-039/M033)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga