Kamis, 21 Agustus 2014

Pasukan di Natuna sangat penting

Jumat, 25 Mei 2012 11:32 WIB | 3.873 Views
Pasukan di Natuna sangat penting
Posisi Kepulauan Natuna sangat jauh dari Pulau Sumatera ataupun Pulau Kalimantan. Untuk meninggikan kualitas keamanan dan pertahanan setempat, militer Indonesia menempatkan pasukan di gugus kepulauan kaya minyak itu. Akan tetapi, jangan sampai serbuan musuh asing dapat mendarat di sana, sehingga strategi memotong jalur logistik sangat penting sebagaimana diperagakan pasukan Korps Marinir TNI-AL dalam foto ini. (FOTO ANTARA/Eric Ireng)
Natuna, Kepulauan Riau (ANTARA News) - Panglima Daerah Militer I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Lodewijk F Paulus, menegaskan, pasukan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, sangat urgen. Perairan Natuna sangat diincar unsur asing karena kekayaan alam dan akses transportasi lautnya..

"Karena itu saya akan tambah pasukan di Natuna," katanya, pada kunjungan kerja ke Natuna, 24-25 Mei, Jumat, di Ranai.

Kepulauan Natuna berlokasi sangat jauh dari daratan Pulau Sumatera ataupun Pulau Kalimantan. Di sisi utaranya terletak perairan Laut China Selatan yang sedang hangat diklaim enam negara, terutama oleh China.

Mengingat Kepulauan Natuna dikelilingi perairan luas dan dalam, sangat tepat jika kekuatan TNI-AL berupa patroli kapal perang dan kehadiran batalion Korps Marinir TNI-AL diproyeksikan secara lebih di  sana, bukan kekuatan darat. 

Hal ini terjadi karena konsep perang masa kini bukan lagi sekedar pendudukan darat melainkan memotong jalur logistik jauh sebelum daratan pulau yang ditarget. Jika musuh sudah bisa mendarat di pulau kita, saat itu bisa dikatakan mereka telah unggul.

Saat ini, lanjutnya jumlah personil batalion khusus yang terdiri dari dua kompi di Natuna secara bertahap akan dilakukan penambahan hinggga berjumlah satu batalyon.

"Tentunya dilakukan secara bertahap. Coba lihat Singapura yang hanya negara kecil, namun memiliki kekuatan militer dan selalu ditunjukkan. Itu menekankan Singapura negara kuat," sebutnya.

(KR-RST)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga