Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal (Sesjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Tjahjo Kumolo mengatakan, banyak penyebab masuknya Indonesia sebagai negara diambang gagal.

Indonesia, berdasarkan data The Fund for Peace berada pada peringkat 63 dari 178 negara sebagai negara berindikasi negara gagal. "Banyak faktor penyebab masuknya Indonesia sebagai negara terancam gagal," kata Tjahjo di Jakarta, Rabu.

Pertama, kata dia, tata kelola kenegaraan dan semrawutnya penyelenggara pemerintahan. Selain itu, kedaulatan yang tidak dilaksanakan dengan baik oleh para pemegang amanah.

Faktor lainnya, peningkatan gelombang gejolak perasaan publik yang semakin tidak terkendali. "Tingginya korupsi birokrasi dan kejahatan yang meresahkan masyarakat serta menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan," kata anggota Komisi I DPR RI itu.

Selain itu, penuntasan masalah isu agama, menuntaskan kasus skandal Bank Century, mafia perpajakan, mafia suara KPU dan penegakan hukum yang masih tidak berkeadilan serta tebang pilih. Juga, lanjut Tjahjo, kecenderungan memperhadapkan aparat dengan rakyat di berbagai bidang.

Tjahjo menambahkan, faktor keamanan juga belum menjamin ketertiban masyarakat.
(zul)