Jumat, 31 Oktober 2014

Harga bensin eceran bersubsidi di Karimun melambung

| 1.910 Views
id bbm bersubsidi, harga melambung, pasokan putus
Harga bensin eceran bersubsidi di Karimun melambung
Harga BBM (ANTARA/Ujang Zaelani)
Saya sangat menyayangkan harga bensin bersubsidi tidak terkendali...."
Karimun, Kepri (ANTARA News) - Kelangkaan bahan bakar minyak jenis bensin di Pulau Karimun Besar Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau dalam sepekan terakhir mengakibatkan harga jual di tingkat pengecer melambung.

Sejumlah kios eceran yang masih memiliki stok menjual bensin dengan harga dua kali lipat dibandingkan harga biasa, jika biasanya bensin dengan botol bekas air mineral takaran 1 liter seharga Rp5.000,- kini naik menjadi Rp10.000,-. Sedangkan untuk takaran 1,6 liter naik dari Rp10.000,- menjadi Rp20.000,-.

"Saya sangat menyayangkan harga bensin bersubsidi tidak terkendali. Kebetulan, saya membeli bensin di sebuah kios dekat RSUD Karimun, harganya naik dua kali lipat dari Rp10.000,- menjadi Rp20.000,-," kata mantan anggota DPRD Karimun Raja Zuriantiaz di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Bahkan, kata Zuriantiaz, harga bensin menggunakan botol air mineral ukuran 600 mililiter dijual seharga Rp5.000,-.

"Ini sudah keterlaluan, saat normal saja harga bensin di tingkat pengecer sudah melampaui harga yang ditetapkan pemerintah. Sekarang naik tinggi tanpa ada kontrol dari dinas dan instansi terkait," ucapnya.

Zuriantiaz mengaku terpaksa membeli harga semahal itu karena hampir semua kios eceran tutup, termasuk juga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) satu-satunya yang berlokasi di Jalan Poros juga tutup.

"Sepeda motor saya sudah kehabisan bensin, sementara saya butuh kendaraan untuk ke pelabuhan," kata dia.

Dia mempertanyakan fungsi pengawasan dari pemerintah daerah terhadap pengecer-pengecer yang seenaknya menaikkan harga.

"Harus ada tindakan tegas dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menuntaskan masalah BBM bersubsidi yang berulang-ulang memicu kelangkaan," kata dia.

Rita, warga lain juga mengaku membeli bensin dengan harga tinggi.

"Selain harus keliling mencari kios yang masih buka, harganya mahal. Bayangkan saja, untuk takaran 1,6 liter dijual Rp20.000, naik dua kali lipat dari harga biasa sebesar Rp20.000," katanya.

Dia juga menyayangkan SPBU Jalan Poros kembali tutup setelah pekan lalu juga tutup sehingga menyulitkan konsumen.

"Sejak bulan lalu, hampir setiap pekan SPBU di Jalan Poros tutup," ucapnya.

Pantauan, hampir setiap kios eceran yang biasanya berjejer di jalan-jalan utama Tanjung Balai Karimun tutup sejak Senin pagi.

Beberapa kios yang masih menjual besin mengaku menjual dengan harga lebih mahal karena pasokan dari agen terputus. (RDT/S023)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga