Senin, 22 September 2014

Pemkab optimistis petani kembalikan sawit jadi sawah

Kamis, 12 Juli 2012 19:51 WIB | 2.948 Views
Mukomuko, Bengkulu (ANTARA News) - Pejabat Pertanian Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, optimistis petani di daerah itu bersedia mengembalikan fungsi lahan tanaman pangannya dari sawit menjadi sawah setelah air irigasi sayap kanan mengalir lancar.

"Sebelumnya air irigasi sayap kanan tidak mengalir di lahan petani, ketimbang lahan mubazir, mereka manfaatkan dengan menanam sawit, tetapi setelah air mengalir lancar sawit akan mati," kata Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan kabupaten Mukomuko, Toyeb di Mukomuko, Kamis.

Selain itu, kata dia, petani yang memiliki lahan dalam irigasi sayap kanan juga telah membuat kesepakatan dan menandatangani surat perjanjian tidak akan melakukan alih fungsi lahan.

"Jika air irigasi lancar dan masuk ke lahan mereka kami yakin dengan kesadaran sendiri petani akan mengganti komoditasnya karena mereka masih ingat dengan perjanjian itu," ujarnya lagi.

Menurut dia, peluang petani daerah itu mengembalikan lahan yang telah ditanami sawit menjadi sawah sangat besar sekali menyusul sedang berjalannya pembangunan irigasi sayap kanan agar airnya bisa mengalir dengan lancar.

"Kegiatan pembangunan irigasi tersebut dari Provinsi Bengkulu melalui Balai Sungai wilayah VII dan nilainya cukup besar mencapai Rp6 miliar," ujarnya lagi.

Sementara itu, ia mencatat, luas lahan tanaman pangan keseluruhan dalam irigasi sayap kanan sekitar 4.300 hektare dan efektif masih digunakan oleh petani untuk tanaman pangan berkisar 2.500 hingga 3.000 hektare.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mukomuko Husni Thamrin sebelumnya mengharapkan pemerintah setempat mencarikan solusi terbaik bagi petani agar mereka bersedia mengembalikan lahan yang telah ditanami sawit menjadi sawah kembali.

"Solusi itu bisa berupa bantuan bibit dan benih padi gratis serta pupuk bagi petani guna mendorong mereka semangat untuk menanam padi di lahannya tersebut," ujarnya menerangkan.

Ia menyebutkan, tidak sedikit dana negara yang dihabiskan untuk pembangunan sarana dan prasarana irigasi sayap kanan agar lahan di lokasi itu bisa difungsikan untuk tanaman pangan khususnya padi.

"Aturan tentang alihfungsi itu kan sudah jelas jadi terapkan, apalagi sebelumnya sudah ada perjanjian tidak ada alihfungsi lahan yang berada dekat irigasi," ujarnya menerangkan.
(KR-FTO/S023)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga