Sabtu, 1 November 2014

Prancis buru hiu setelah serangan di Reunion

| 4.676 Views
id serangan hiu, perburuan hiu, pulau reunion, hiu banteng, hiu harimau
Prancis buru hiu setelah serangan di Reunion
Hiu Banteng banyak ditemukan di perairan dangkal dan hangat di sepanjang pantai. (www.wikipedia.org)
Saint-Denis De La Reunion, Prancis (ANTARA News) - Prancis akan menyewa nelayan profesional untuk membunuh sekitar 20 hiu di lepas pantai Samudra Hindia di Pulau Reunion sebagai reaksi atas serangkaian serangan hiu di tempat wisata selancar itu.

Dua orang orang peselancar telah diserang oleh hiu dalam satu pekan terakhir. Seorang peselancar selamat setelah kehilangan tangan dan kaki dalam serangan yang terjadi Minggu (5/8) sedangkan yang lain tewas akibat luka-lukanya Senin (6/8) lalu.

Reuters melaporkan, para pejabat di kota Saint-Leu yang terletak tidak jauh dari tempat wisata populer untuk selancar itu, menyeru pihak berwenang untuk mengurangi populasi hiu harimau dan hiu banteng yang menurut mereka telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Sekitar 300 warga setempat dan peselancar yang marah dengan serangkaian serangan hiu itu melakukan unjuk rasa di depan kantor polisi pulau tersebut menuntut hiu-hiu itu dibasmi.

Menteri Prancis telah menolak mengatur pembasmian itu dengan alasan penelitian ilmiah harus terlebih dulu dilakukan untuk memahami asal racun di tubuh hiu sebelum perburuan diizinkan.

Perburuan hiu banteng --yang dikenal sering menyerang manusia -- dan hiu harimau diizinkan di Reunion, namun para nelayan menghindari mereka karena racun yang terdapat di tubuh hiu-hiu itu.

Menurut warga setempat alasan itulah yang menyebabkan populasi kedua jenis hiu itu meningkat tajam.

Selain dua peselancar yang tewas Senin lalu, dua orang yang lain juga tewas pada Juni dan September. Insiden itu mengakibatkan pihak berwenang setempat meningkatkan pengawasan.

Serangan hiu juga meningkat di sejumlah tempat lain di Samudra Hindia, terutama di Australia. Para peselancar acapkali menjadi korban serangan.

(G003)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga