Jakarta (ANTARA News) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui Sekretaris Jenderal PPP, Romahurmuziy atau Romi, menyambut baik putusan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta soal Rhoma Irama.

Panwaslu melalui keputusannya menyatakan bahwa ceramah Rhoma Irama di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat tidak berbau SARA, dianggap tidak dimaksudkan untuk menguntungkan pasangan calon Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. "

Panwaslu telah mendengarkan suara hati masyarakat. Ini menunjukkan apa yang disampaikan Rhoma Irama sama sekali tidak ada urusan dengan SARA, dan adalah murni ranah dakwah," kata Romi kepada ANTARA News, Jakarta, Minggu.

Justru, kata Ketua Komisi IV DPR RI itu, diduga ada pihak-pihak yang sengaja menghembuskan persoalan ini untuk memperkeruh suasana Ramadhan menuju putaran kedua. "Di sisi lain, mencoba menangguk keuntungan politis," katanya.

Karena sudah diputuskan dan telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya, ia berharap kasus ini tak lagi diproses secara hukum. "Dengan demikian terdapat juga ketegasan agar para penegak hukum lainnya tidak perlu memproses hukum lebih lanjut," sebut Romi.

Panwaslu akhirnya membebaskan Rhoma Irama dari tuduhan SARA terkait ceramahnya di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, Ramdansyah mengatakan, ceramah Rhoma di Masjid Al Isra merupakan bagian dari kegiatan Safari Ramadan yang digelar sebuah harian ibukota.

"Selama 5 tahun ini Harin tersebut rutin memanggil Rhoma sebagai ulama," kata Ramdansyah.

Ramdansyah menjelaskan dalam ceramah pada 29 Juli 2012, Rhoma menyampaikan identitas kedua pasangan calon yang masuk dalam putaran kedua.

Rhoma juga mengimbau jamaah Masjid Al Isra agar memilih calon gubernur yang seiman. "Namun Rhoma Irama tidak menyampaikan visi dan misi program Foke dan Nachrowi," ujar Ramdansyah.

Alasan. Panwaslu lainnya, Rhoma tidak masuk dalam struktur tim kampanye Foke-Nara. "Kemudian tidak ada namanya unsur Rhoma mengajak masyarakat (memilih Foke-Nara)," lanjutnya.

Keputusan ini diambil berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yakni video berdurasi 7 menit. KPUD DKI juga meminta bantuan audit dari kantor akuntan publik independen yakni Krisnawan, Busroni, Achisin da Alamsyah terhadap laporan penerimaan dana kampanye pasangan Foke-Nara.

"Panwaslu juga sudah melakukan konsultasi ke Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, KPID dan ketua forum kerukunan umat beragama," terang Ramdansyah.
(zul)  Sesjen PPP Romahurmuziy, Pemilukada Jakarta, ceramah rhoma irama