Selasa, 21 Oktober 2014

Rupiah melemah pada sesi sore

| 3.312 Views
id nilai tukar rupiah, rupiah, mata uang rupiah, rupiah melemah
Rupiah melemah pada sesi sore
Sejumlah orang mengantre menukarkan uang di gerai penukaran uang, Jakarta. (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)
Meski rupiah melemah terhadap dolar AS, namun pergerakannya masih dinilai stabil
Jakarta (ANTARA News) - Pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar AS dinilai masih stabil meski melanjutkan pelemahan tipis sebesar empat poin pada Kamis sore.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Kamis sore bergerak melemah empat poin menjadi Rp9.454 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.450 per dolar AS.

"Meski rupiah melemah terhadap dolar AS, namun pergerakannya masih dinilai stabil seiring masih cukup kuatnya sentimen negatif dari eksternal," kata analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, stabilnya rupiah dipicu dari intervensi Bank Indonesia (BI) yang mengintervensi pasar uang domestik.

Selain itu, lanjut dia, tingkat acuan suku bunga (BI rate) yang dipertahankan di level 5,75 persen juga masih dinilai positif pelaku pasar.

Ia mengatakan, tergerusnya nilai tukar terhadap dolar AS juga dipicu dari kabar The Fed yang memberikan sinyal akan memicu pelonggaran kuantitatif ke tiga (QE3) dengan hanya beberapa anggota.

Pengamat pasar Monex Investindo Futures Johanes Ginting menambahkan, indikasi Federal Reserve AS tidak akan menambah putaran pembelian aset telah memicu penguatan dolar AS, sebaliknya menekan rupiah.

Ia mengatakan, berlanjutnya kecemasan atas tidak adanya langkah cepat dari pembuat kebijakan di Eropa juga membuat nilai tukar berisiko berada dalam tren pelemahan.

"Kondisi itu diperparah oleh tertundanya keputusan Mahkamah Konstitusi Jerman terkait ratifikasi dana bailout zona Euro," kata dia.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Kamis (12/7) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp9.462 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.460 per dolar AS.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga