Jumat, 19 Desember 2014

Menteri pastikan stok ikan aman jelang Lebaran

| 2.131 Views
id stok ikan, aman selama lebaran, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, lebaran 1433 h
Menteri pastikan stok ikan aman jelang Lebaran
Sharif C. Sutardjo (FOTO ANTARA)
Harga ikan segar diperkirakan meningkat hingga 10 persen di pasar tradisional, sedangkan harga di pasar modern relatif stabil dibandingkan dengan produk pangan lain,"
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo memastikan bahwa stok ketersediaan ikan di berbagai daerah di Tanah Air termasuk aman menjelang datangnya Lebaran 1433 Hijriah.

"Kendati permintaan ikan hingga Lebaran meningkat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin ketersediaan ikan di seantero Indonesia dapat terpenuhi guna pemenuhan konsumsi masyarakat akan ikan." kata Sharif Cicip Sutardjo di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan data KKP, stok ikan di beberapa "cold storage" di wilayah DKI Jakarta hingga akhir Juli 2012 sebesar 18.808 ton, sedangkan volume produksi ikan laut di DKI Jakarta per Juni 2012 sebesar 343 ton/hari, Jawa Barat 46 ton/hari, Jawa Tengah 86 ton/hari, Jawa Timur 172 ton/hari, dan Maluku 171 ton/hari.

Menteri Kelautan dan Perikanan mengemukakan bahwa ketersediaan pasokan permintaan ikan segar laut dan budi daya serta harga di kota-kota besar menjelang Lebaran 2012 diperkirakan aman.

Pasalnya, ujar dia, permintaan ikan segar laut dan budi daya tidak mengalami peningkatan signifikan, kecuali ikan kaleng dan ikan asin yang mengalami lonjakan permintaan hingga 10 persen.

Untuk wilayah Jakarta, pasokan ikan segar hasil tangkapan laut mencapai 9.539 ton per bulan diikuti oleh pasokan ikan hasil budi daya yang cukup dan aman serta pasokan ikan olahan, seperti ikan kaleng dan ikan asin.

"Harga ikan segar diperkirakan meningkat hingga 10 persen di pasar tradisional, sedangkan harga di pasar modern relatif stabil dibandingkan dengan produk pangan lain," katanya.

Sementara itu, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saut Hutagalung mengatakan, untuk menjaga ketersediaan ikan dan pemerataan distribusi ikan, KKP akan menyiagakan sarana pemasaran bergerak (SPG) roda empat dan roda tiga.

Adapun jenis sarana pemasaran bergerak tersebut meliputi SPG roda tiga sebanyak 300 unit yang meningkat sebesar 100 persen jika dibandingkan pada tahun 2011 terhitung sebanyak 150 unit.

Kemudian, terdapat pula mobil pendingin sebanyak 23 unit yang meningkat sekitar 190 persen dibandingkan 2011 yang hanya mencapai delapan unit.

Untuk menyiasati kenaikan harga ikan, KKP juga berkomitmen untuk terus melaksanakan bazar ikan murah yang melibatkan unit pengolahan perikanan dan UMKM perikanan di berbagai daerah.

"Bazar ikan murah diadakan sebagai langkah nyata pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga ikan pada bulan puasa dan menjelang Lebaran," katanya.

(M040/D007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga