Rabu, 17 September 2014

Ketika Profesor Tjiptohadi sulit dapatkan kartu perdana

Rabu, 18 Juli 2012 11:18 WIB | 4.353 Views
Ketika Profesor Tjiptohadi sulit dapatkan kartu perdana
Prof Drs Tjiptohadi Sawarjuwono MEc PhD CPA. (bisnisjatim.com)
Manado, 18/7 (ANTARA) - Bepergian ke luar negeri seringkali menemukan pengalaman-pengalaman baru, termasuk yang dialami Prof Drs Tjiptohadi Sawarjuwono MEc PhD CPA saat berkunjung ke Kanada, empat bulan lalu.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur (Jatim), itu keheranan betapa susahnya membeli kartu perdana di Kanada. Berlawanan dengan kondisi di Tanah Air, provider mengobral kartu perdana telepon seluler (ponsel).

"Begitu mendarat di Bandara Kanada, saya langsung cari kartu perdana untuk menghindari roaming. Namun, sudah mendatangi empat outlet belum juga mendapatkan kartu perdana," ujarnya saat menyampaikan kuliah tamu di Magister Manajemen Universitas Sam Ratulangi (MM Unsrat) Manado, Selasa malam (17/7).

Penjaga gerai selalu bertanya berapa lama tinggal di Kanada, pria yang akrab dipanggil Pak Tjip itu mengatakan, dirinya tinggal di Kanada tiga bulan.

Mereka tetap tidak mau menjual kartu perdana ponsel, kendati Pak Tjip sudah menunjukkan paspor dan undangan dari universitas setempat.

"Mereka baru memberikan kartu perdana setelah saya menunjukkan kartu ATM bank, dan mereka percaya setelah mengetahui data-data saya," ungkap Ketua Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jatim itu.

Pengalaman lainnya, ujar dia, "handphone" di Kanada ternyata hanya bisa digunakan untuk satu provider saja, berbeda dengan di Tanah Air yang bisa berganti-ganti provider.

Pembelajaran yang diambil, menurut Pak Tjip, di Kanada kartu perdana tidak gampang diberikan agar tidak disalahgunakan.
(T.A034/C004)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga