Jumat, 24 Oktober 2014

Budi daya jamur tiram di Lebak berkembang pesat

| 6.330 Views
id jamur tiram, berkemang pesat, kabupaten lebak, banten, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna
Budi daya jamur tiram di Lebak berkembang pesat
Ilustrasi. Budidaya jamur tiram. (FOTO ANTARA/Saptono)
Kami terus membina kelompok tani yang mengembangkan jamur tiram karena secara langsung bisa meningkatkan pendapatan petani,"

Lebak ANTARA News) - Budi daya jamur tiram di Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini berkembang pesat, sehingga dapat mendongkrak ekonomi warga, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.

"Kami terus membina kelompok tani yang mengembangkan jamur tiram karena secara langsung bisa meningkatkan pendapatan petani," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Rangkasbitung, Sabtu.

Ia mengatakan saat ini usaha budi daya jamur tiram cukup pesat, karena setiap hari perajin budi daya bisa menghasilkan pendapatan.

Saat ini, kata dia, produksi jamur tiram Kabupaten Lebak sudah memasok ke Serang, Pandeglang dan Tangerang.

"Saya kira ke depan dipastikan Lebak dijadikan daerah sentra jamur tiram," ujarnya.

Menurut dia saat ini kehidupan ekonomi petani yang mengembangkan usaha budi daya jamur cukup bagus karena setiap hari bisa mengeruk keuntungan antara Rp300-400 ribu.

Karena itu, ujar dia, pihaknya terus melakukan pembinaan juga bantuan permodalan melalui Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaa (PUAP).

"Saya kira saat ini banyak perajin budi daya jamur tiram berkembang di perdesaan, sehingga dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran," katanya.

Toto (45), seorang pembudidaya jamur tiram warga Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak di Rangkasbitung mengatakan, produksi jamur tiram binaanya memiliki kelebihan, selain rasanya enak juga beraroma.

Selain itu juga pemasaranya begitu mudah dan pangsa pasar siap menamapung hasil budi daya jamur itu.

Saat ini, kata dia, perajin budi daya jamur tiram binaanya mencapai 30 kelompok tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Kalanganyar.

Dari 30 kelompok usaha budi daya itu diperkirakan menyerap tenaga kerja sebanyak 111 orang, dengan keuntungan Rp30 juta, dan jika diakumulasikan rata-rata Rp1 juta per kelompok.

"Saya optimistis usaha budi daya mampu mendongkrak ekonomi masyarakat," ujarnya menambahkan.

Ia menyebutkan, dirinya setiap hari menampung hasil budi daya jamur tiram dengan harga Rp9.000 per kilogram.

Produksi jamur tiram tersebut dipasok ke sejumlah pasar di Kabupaten Lebak. Bahkan, kata dia, perajin merasa kewalahan karena banyak permintaan dari luar daerah.

"Kami saat ini hanya mampu memenuhi pasar lokal saja," katanya.

(KR-MSR/M008)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga