Jumat, 24 Oktober 2014

Disanksi tiga tahun, pemain Italia mogok makan

| 3.093 Views
id sanksi tiga tahun, pemain italia, emmanuele pesoli, mogok makan, di markas fedrasi sepak bola italia,
Saya tersakiti dengan keputusan itu, dan saya akan melawan siapapun yang menuding saya,"

Roma (ANTARA News) - Seorang pesepak bola, Emanuele Pesoli, merantai dirinya sendiri di pintu gerbang markas federasi sepak bola Italia di Roma, dan melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes karena dirinya dikenai sanksi larangan bermain selama tiga tahun karena terlibat skandal pengaturan pertandingan.

Mantan pemain Siena itu, yang sekarang memperkuat Verona, adalah satu dari sejumlah pesepak bola, pelatih, klub, dan pemilik klub di Italia yang dijatuhi hukuman oleh federasi pada Jumat, setelah vonis diambil perihal tuduhan perjudian ilegal.

Pelatih Juventus, Antonio Conte, yang juga sedang menghadapi penyelidikan polisi, dijatuhi sanksi selama 10 bulan karena tidak melaporkan terjadinya pengaturan pertandingan ketika ia melatih Siena dan Pesoli.

"Saya tersakiti dengan keputusan itu, dan saya akan melawan siapapun yang menuding saya," kata Pesoli (31) kepada situs Gazzetta dello Sport pada Sabtu. Ia mempertanyakan kesaksian pemain-pemain lain yang memberatkan dirinya.

"Ini adalah protes keras, namun mereka menghancurkan hidupku untuk sesuatu yang tidak saya lakukan. Saya akan bertahan di sini sampai saya tidak dapat melakukan apa-apa lagi."

Sepak bola Italia baru saja memulihkan diri dari skandal pengaturan pertandingan 2006, dan masalah baru ini kembali menghantam Serie A dan Serie B.

Raksasa Turin, Juventus, didegradasi ke Serie B akibat skandal 2006, namun pada musim lalu mereka kembali menjuarai Serie A pada tahun pertama Conte melatih tim tersebut.

Mereka kini harus direpotkan dengan skandal lain, kali ini bukan akibat ulah mereka, namun terkena pengaruh dari hukuman yang dijatuhkan pada Conte.

Asisten pelatih, Massimo Carrera, akan melatih tim saat Conte masih absen.

(H-RF/A020)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga