Jumat, 24 Oktober 2014

Benzema berseri untuk pimpin regenerasi Prancis

| 3.203 Views
id Karim Benzema, striker Prancis
Benzema berseri untuk pimpin regenerasi Prancis
Karim Benzema (FOTO ANTARA/REUTERS/Robert Pratta )
Saya merasa sangat percaya diri dan secara fisik berada dalam kondisi puncak. Saya berada di bentuk fisik terbaikku. Itu sebabnya mengapa saya sekarang mencoba berbagai hal yang tidak berani saya lakukan sebelumnya.
Paris (ANTARA News) - Kemajuan yang diperlihatkan Karim Benzema selama 18 bulan terakhir, mengakibatkan masuknya dirinya ke tim sementara Prancis untuk Euro 2012 tidak membuat siapapun merasa bingung.

Setelah gagal tampil impresif ketika Prancis tersingkir di fase grup pada Euro 2008, ia dikeluarkan oleh Raymond Domenech dari timnas untuk Piala Dunia 2010 menyusul musim debutnya di Real Madrid, di mana ia hanya mencetak sembilan gol.

Kini, ia adalah pemimpin di lini depan Prancis, setelah menjadi ujung tombak bagi Real yang sukses merebut gelar perdana Liga Spanyol dalam empat tahun terakhir, dan mengokohkan namanya sebagai salah satu pemain paling berbahaya di Eropa.

"Saya merasa sangat percaya diri dan secara fisik berada dalam kondisi puncak. Saya berada di bentuk fisik terbaikku," ucapnya pada awal tahun ini. "Itu sebabnya mengapa saya sekarang mencoba berbagai hal yang tidak berani saya lakukan sebelumnya."

Benzema telah menjadi pemain nomor punggung sembilan Prancis sejak ia melakukan debutnya di Lyon sebagai pemain berusia 17 tahun, di kandang melawan Metz pada Januari 2005.

Telah menjadi anggota Timnas Prancis yang menjadi juara di Kejuaraan Eropa U-17 pada 2004, Benzema menjadi salah satu pemain di klub terhebat sepanjang sejarah sepak bola Prancis, dan mendapatkan berbagai trofi berada di hadapannya.

Lyon memenangi liga pada empat musim pertamanya, dan ia mengakhiri musim 2007/2008 sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Prancis dan menjadi pemain terbaik versi UNFP (Persatuan pesepak bola Profesional Prancis).

Satu musim lagi ia habiskan di Lyon - di mana ia mencetak 23 gol, 17 gol dicetaknya di ajang liga - sebelum ia memutuskan untuk "meninggalkan sarang" dan bergabung dengan Real Madrid, dengan transfer yang bernilai 35 juta euro.

Perekrutannya merupakan hasil dari kembalinya presiden Real Madrid, Florentino Perez, yang juga mendatangkan Kaka dan Cristiano Ronaldo sebagai bagian dari proyek `Galactico` keduanya, yang ditujukan untuk menaklukkan juara baru Eropa saat itu, Barcelona.

Sayangnya, Benzema terlihat kurang siap.

Sebagai seseorang yang pemalu, ia datang ke Spanyol tanpa kemampuan berbahasa Spanyol, dan mendapati fakta bahwa mustahil untuk menggeser Gonzalo Higuain dari tim inti Real.

Kedatangan Jose Mourinho sebagai pelatih pada musim panas 2010 menjanjikan awal yang baru, namun pelatih asal Portugal ini tidak terpikat dengan permainan Benzema.

"Saya akan memiliki jadwal di tengah hari untuk anda (Benzema), sebab pada pukul 10.00 pagi anda datang dan tertidur, dan pada pukul 11.00 anda masih tetap tertidur," adalah salah satu ejekan Mourinhi seperti dilaporkan harian Madrid, Marca.

Laurent Blanc menggantikan Domenech sebagai pelatih Timnas Prancis, dan memberi kepercayaan kepada Benzema, namun sang penyerang tetap tidak mendapat tempat inti di Real.

Kesempatan untuk Benzema datang pada pertengahan musim 2010/2011, ketika Higuain harus absen karena cedera, dan Mourinho tidak memiliki pilihan selain memasukkan penyerang plontos ini ke bangku cadangan Real.

Akhirnya ia mendapatkan tempat di tim, Benzema segera merespon, dengan cepat ia mengembangkan kerja samanya dengan Ronaldo dan mengakhiri musim dengan mencetak 26 gol di semua kompetisi.

Pada musim ini ia semakin tajam. Pemain 24 tahun ini melewati prestasi Zinedine Zidane sebagai pemain Prancis tersubur dalam sejarah Real, dan torehan 32 golnya membuat Higuain lebih banyak dipakai sebagai pemain pengganti.

"Semua orang di klub dapat melihat bahwa ia adalah salah satu pemain yang paling berkembang sepanjang tahun," kata Mourinho pada Februari.

"Ia mencetak gol, sebagai seorang penyerang tengah itu adalah keharusan, namun ia juga membawa hal-hal lain pada sektor seranganm dan membantu bertahan. Ia bergerak ke dunia yang berisi hal-hal hebat."

Sulit untuk tidak melebih-lebihkan pentingnya Benzema bagi Prancis.

Meski ia baru mencetak 13 gol dari 42 penampilannya, ia telah mencetak gol pada pertandingan persahabatan melawan Inggris dan Brazil, dan ia merupakan satu-satunya penyerang kelas dunia di tim Blanc.

Cederanya Benzema dapat memangkas peluang Prancis meraih kesuksesan, namun dengan penampilannya saat ini, ia berpeluang meraih sepatu emas.

(H-RF)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga