Sabtu, 1 November 2014

Piala Eropa 1988, Van Basten bawa tim oranye ke puncak

| 3.000 Views
id piala eropa 1988, marco van basten, piala eropa 2012
London (ANTARA News) - Babak final Piala Eropa 1988. Volksparkstadion, Hamburg, Jerman Barat. Marco van Basten, striker unggulan Belanda menyambut umpan lambung dari pemain tengah Arnold Muhren.

Van Basten kemudian melancarkan tendangan voli akrobatik ke sudut kanan atas gawang  Uni Soviet. Gooooolllll!!!

Belanda pun berhasil menggondol Piala Eropa 1988 dengan skor akhir 2-0 atas Uni Soviet. Ini adalah kali
pertama tim oranye asuhan Rinus Michel menyabet Piala Eropa. Berkat konsep "total football" yang mereka
usung, Belanda keluar menjadi kampiun pada perhelatan Piala Eropa kedelapan ini.

Belanda memang bukan tim unggulan dalam kompetisi sepakbola akbar Eropa ini. Perjalanan Belanda menuju puncak pun tak mulus.

Namun, Belanda berhasil membuktikan kemampuan mereka melalui permainan apik khas "total football".

Tim-tim yang diunggulkan justru melempem. Dari grup A, salah satunya adalah tuan rumah Jerman Barat,
yang justru merasa percaya diri setelah berhasil membawa pulang trofi Piala Dunia 1984.

Pada 1988 ini pula kali pertama Jerman Barat mendapatkan kesempatan ikut bertanding memperebutkan Piala Eropa.

Arsitek timnas Jerman Barat, Franz Beckenbauer, bahkan telah mempersiapkan strategi permainan sejak
awal kompetisi. Barisan pemain muda pun ikut memperkuat tim unggulan ini seperti Jurgen Klinsman, Jurgen Kohler, dan Thomas Berthold. Belum lagi nama populer, Rudi Voller.

Juara bertahan Piala Eropa, Prancis bahkan tak lolos babak kualifikasi, hingga hanya menyisakan Italia di grup A sebagai lawan yang dinilai dapat menjadi masalah bagi Jerman Barat. Barisan pemain muda Italia pun tak bisa dipandang sebelah mata, seperti Paolo Maldini dan Gianluca Vialli.

Jerman Barat dan Itali hanya sempat satu kali berhadapan dengan skor akhir imbang 1-1, sebelum akhirnya
kedua tim tersebut masing-masing mengalahkan Denmark dan Spanyol. Namun perbedaan jauh jumlah gol di antara kedua negara tersebut menempatkan Jerman Barat di atas Italia dalam peringkat klasemen grup.

Sementara itu di grup B, Inggris yang sempat menunjukkan permainan impresif pada babak kualifikasi,
performanya mulai menurun ketika dikalahkan timnas Irlandia asuhan Jack Charlton dengan skor akhir 0-1.

Namun, kedua tim tak sanggup mengalahkan dua tim teratas klasemen grup B yakni Uni Soviet dan Belanda
untuk mengambil tempat di semifinal.

Pada babak penyisihan grup, Belanda sempat berhadapan dengan Uni Soviet dan kalah dengan skor 0-1.
Sebagai pengganti kekalahan tersebut, naluri pemangsa Van Basten muncul. Akibatnya Inggris harus menelan kekalahan 3-1 melalui hat-trick cantik Van Basten. Belanda dan Uni Soviet pun melenggang ke semifinal.

Di babak semifinal, Uni Soviet berhasil melumat Italia, 2-0. Salah satu gol milik Uni Soviet diciptakan sang pria berbahaya, Oleg Protassov.

Namun, sensasi yang sebenarnya terjadi pada pertandingan panas antara Belanda dan Jerman di babak semifinal yang berlangsung di Volksparkstadion, Hamburg.

Unggul lebih dulu lewat gol penalti Lothar Matthaeus, Jerman Barat akhirnya harus bertekuk lutut dari
Belanda setelah Ronald Koeman dan Marco van Basten mencetak gol untuk membalikkan kedudukan menjadi 2-1.

Belanda pun berhasil membalaskan dendam kekalahan mereka di final Piala Dunia 1974. Ini adalah
kemenangan perdana Belanda atas Jerman dalam 32 tahun. Kemenangan ini pula yang membawa Belanda
bertemu Uni Soviet di final.

Hampir 60 persen penduduk Belanda duduk bersama menanti kesuksesan timnas mereka yang sepanjang
sejarah tak pernah menang sejak 1970.

Gullit pun menjadi pemain penyumbang gol pembuka pertandingan melalui sundulan keras kepala berambut gimbalnya.

Hingga di babak kedua tendangan voli akrobatik Van Basten dari sudut sempit pun berhasil melesak ke
gawang Uni Soviet yang dikawal Rinat Dasaev dan memastikan kemenangan Belanda atas Uni Soviet.

Data-data tambahan :

Pemenang : Belanda
Runner-up : Uni Soviet
Semi finalis : Jerman Barat, Italia
Tuan rumah : Jerman Barat
Total tim : 8
Stadion : Muenchen, Gelsenkirchen, Hamburg, Frankfurt, Dusseldorf, Hanover, Stuttgart, Cologne
Jumlah pertandingan : 15
Total gol : 34

Penyetak gol terbanyak (top skor) : Marco van Basten sebanyak 5 gol

Fakta-fakta menarik :
Uni Soviet menjadi satu-satunya negara yang berhasil masuk ke final Piala Eropa sebanyak empat kali hingga 1988. Pada gelaran Piala Eropa tahun ini pula Uni Soviet tampil untuk terakhir kali sebagai negara persatuan (Uni Soviet).

Tim pilihan dari Piala Eropa 1988
Frank Rijkaard, Ruud Gullit, dan Marco van Basten, tiga pemain (trio) asal klub AC Milan termasuk dari enam pemain terbaik  dari Belanda pada Piala Eropa 1988.
Kiper : Hans van Breukelen (Belanda)
Pemain belakang : Giuseppe Bergomi (Italia), Ronald Koeman (Belanda), Frank Rijkaard (Belanda), Paolo Maldini (Italia)
Pemain tengah : Giuseppe Giannini (Italia), Lothar Matthaus (Jerman Barat), Jan Wouters (Belanda)
Pemain depan : Ruud Gullit (Belanda), Gianluca Vially (Italia), Marco van Basten (Belanda)

Grup A : Italia, Spanyol, Denmark, Jerman Barat
Grup B : Belanda, Uni Soviet, Irlandia, Inggris
(ANT)

Penerjemah: Tria Dianti

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Top News
Baca Juga