Jumat, 22 Agustus 2014

Mesir tegang menanti presiden baru hari ini

Minggu, 24 Juni 2012 15:05 WIB | 5.255 Views
Mesir tegang menanti presiden baru hari ini
Pendukung Ikhwanul Muslimin Mesir membawa bendera Mesir saat aksi unjuk rasa di Lapangan Tahrir, Kairo, Kamis (21/6). (REUTERS/Suhaib Salem)
Kairo (ANTARA News) - Jalan-jalan di ibu kota Mesir, Kairo, tampak lengang pada Ahad (24/6) pagi setelah semalam suntuk aksi demo sejuta umat oleh kubu pendukung calon presiden Mohamed Moursi dari Ikhwanul Muslimin dan Ahmed Shafik, capres loyalis mantan Presiden Hosni Mubarak.

Kubu pendukung Moursi "menguasai" Bundaran Tahrir, pusat Kota Kairo, yang telah berlangsung sepanjang sepekan terakhir, sementara pendukung Shafik baru pertama kali menampakkan kekuataannya pada Sabtu (23/6) di lapangan Pahlawan Tak Dikenal, Distrik Madinet Nasr, Kairo timur.

Komisi Tinggi Pemilihan Presiden menjadwalkan akan mengumumkan hasil Pilpres pada Ahad petang hari ini.

Sedianya Komisi Pilpres mengumumkan hasil pemilihan presiden itu pada Kamis (21/6) lalu, namun ditunda akibat banyaknya pengaduan dari kedua Capres menyangkut kecurangan pemilihan.

Penundaan pengumuman itu membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai nasib Pilpres tersebut, di tengah ketegangan dari kedua kubu yang masing-masing telah mengklaim kemenangannya.

Dalam aksi unjuk rasa itu, Ikhwanul Muslimin yang didukung sejumlah kelompok pro reformasi menuntut Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) yang berkuasa untuk membatalkan pembubaran parlemen dan mencabut Maklumat Konstitusi Pelengkap.

Ikhwanul Muslimin menganggap pembubaran parlemen itu adalah tidak sah, begitu pula Maklumat Konstutusi Tambahan juga dinilai tidak konstitusional karena dianggap sebagai penguatan kekuasaan SCAF dan melucuti kekuasaan presiden.

Sebaliknya, kubu Shafik mendukung semua langkah yang diambil SCAF termasuk mendukung pembubaran parlemen dan Maklumat Konstitusi Pelengkap.

Sementara itu, SCAF menginstruksikan aparat militer dan kepolisian untuk siaga penuh di seantero negara guna mengantisipasi situasi memburuk pasca-pengumuman hasil Pilpres.

SCAF juga telah memperingatkan semua pengunjuk rasa untuk tidak melanggar hukum yang berlaku selama melangsungkan aksi demo mereka.

Kementerian Kesehatan dalam maklumatnya menyatakan pihaknya telah menyiagakan ambulans di berbagai tempat untuk mengantisipasi hal serupa.

Di sisi lain, meskipun hari kerja, namun kantor-kantor pemerintah tampak lengang.

"Saya dan banyak teman sekantor datang hanya untuk mengisi absen dan langsung pulang untuk menanti hasil Pilpres," kata Sakinah Badr, pegawai Badan Pusat Statistik.

Adapun murid sekolah setempat sedang menjalani liburan musim panas.
(M043/R010)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga