Surabaya (ANTARA News) - Tuan rumah Indonesia masih kesulitan menyaingi dominasi Thailand dalam perburuan gelar juara umum pada ajang ASEAN Schools Games (ASG) 2012 di Surabaya.

Data yang dihimpun ANTARA dari media center ASG hingga pelaksanaan pertandingan hari ketiga, Senin, mencatat kontingen Merah Putih masih berada di peringkat ketiga dengan mengumpulkan 16 medali emas, 19 perak, dan 16 perunggu.

Sementara itu, Thailand tetap kokoh di posisi puncak dengan perolehan 26 medali emas, 18 perak, dan 27 perunggu.

Peringkat kedua diraih Malaysia yang mengoleksi 20 medali emas, 21 perak, dan 16 perunggu. Bahkan, 14 emas Malaysia diraih dari cabang atletik.

Posisi Indonesia masih belum aman dan bisa digusur Vietnam yang saat ini juga memiliki koleksi 16 medali emas, 15 perak, dan 15 perunggu.

"Kalau untuk mengejar juara umum, hampir pasti tidak bisa. Akan tetapi, peluang untuk memperbaiki peringkat menjadi `runner up` (peringkat kedua) atau posisi ketiga masih terbuka," kata Komandan Kontingen ASG Indonesia, Tunas Dwidharto.

Pada pertandingan hari ini, atlet-atlet pelajar Indonesia menambah perbendaharaan medali emas melalui cabang olahraga pencak silat nomor seni yang menyumbangkan tiga keping, bulu tangkis, dan renang masing-masing satu emas.

Tiga medali emas pencak silat disumbangkan Ni Kadek Astini di nomor tunggal putri, kemudian pasangan I Made Satriana-I Gede Bandem Dananjaya (ganda putra), serta nomor regu melalui Sang Ayu Widyawati, Ni Kadek Ratna Dewi, dan Ni Wayan Oky Raniasi.

Kemudian, tambahan emas renang dihasilkan dari nomor 400 meter gaya ganti estafet putra melalui perenang I Gede Siman Sudartawan, Alexis Wijaya Omar, Christopher Tedjobuwono, dan Putra M. Randa.

Bulu tangkis merebut medali emas dari nomor beregu putra setelah pada laga final mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1.

"Kami masih memiliki peluang menambah perolehan medali dari cabang tenis lapangan, pencak silat, dan bulu tangkis nomor perorangan," kata Tunas Dwidharto.

Ia mengakui Thailand masih menjadi yang terkuat di pesta olahraga pelajar Asia Tenggara dua tahunan ini, selain juga Malaysia dan Vietnam yang terus menunjukkan peningkatan.

"Terus terang, persiapan kami memang sangat pendek karena ada kendala nonteknis dalam menyiapkan atlet. Sejauh ini, beberapa cabang olahraga sudah meraih hasil sesuai dengan harapan," tambahnya.

Tunas mencontohkan atletik yang mampu memenuhi target enam medali emas, kemudian renang meraih lima keping emas dan pencak silat yang masih berpeluang menambah koleksi medali dari tiga emas yang sudah didapat.

(D010/D007)