Selasa, 21 Oktober 2014

Menkeu: pemerintah siapkan pasal antisipasi krisis

| 3.036 Views
id krisis moneter, krisis global, krisis eropa, apbn 2013, menkeu, agus martowardojo
Menkeu: pemerintah siapkan pasal antisipasi krisis
Agus Martowardojo (FOTO ANTARA/Dhoni Setiawaned)
Jadi kita di APBN itu akan buat pasal yang membuat kita mengantisipasi di saat krisis,"
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah akan memasukkan pasal-pasal yang akan bermanfaat untuk mengantisipasi terjadinya krisis dalam UU RAPBN 2013.

"Jadi kita di APBN itu akan buat pasal yang membuat kita mengantisipasi di saat krisis," ujarnya di Jakarta, Selasa malam.

Menkeu memastikan pemerintah tidak lagi menggunakan pasal yang akan mengunci atau membahayakan fleksibilitas fiskal ketika kondisi anggaran negara terganggu akibat krisis.

"Contohnya, kita tetap akan pakai pasal yang memungkinkan kita bisa menggunakan saldo anggaran lebih (SAL) atau pasal untuk menyelamatkan kita dengan Crisis Management Protocol," katanya.

Pemerintah dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2013, yang akan dibacakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pidato kenegaraan 16 Agustus 2012, telah menetapkan sejumlah asumsi makro.

Asumsi tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,8 persen--7,2 persen, inflasi 4,4 persen--5,4 persen, nilai tukar Rp9000--Rp9300 per dolar AS, tingkat suku bunga SPN 3 bulan 4,5 persen--5,5 persen.

Kemudian harga minyak Indonesia (ICP) sebesar 95 dolar AS--120 dolar AS per barel, lifting minyak 890 ribu--930 ribu barel per hari, lifting gas bumi 1,325 juta--1,390 juta barel setara minyak per hari.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku optimistis target pertumbuhan ekonomi pada 2013 sebesar 6,8--7,2 persen dapat dicapai.

Namun menurut dia, hal tersebut dapat diraih dengan catatan tidak ada pemburukan ekonomi di Eropa.

"Tetap optimistis 6,8 sampai 7,2 persen, itu yang disepakati dengan dewan (DPR), tentu dengan banyak sekali asumsi dengan catatan bila tidak terjadi semakin buruk situasi Eropa," katanya.
(S034/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga