Sabtu, 1 November 2014

Tim SAR masih cari korban tertimbun longsor di Ambon

| 3.695 Views
id longsor di ambon, tanah longsor, banjir, di kanawa ambon, maluku, Wagub Maluku, Said Assagaff
Tim SAR masih cari korban tertimbun longsor di Ambon
Seorang warga sedang mencoba menyelamatkan beberapa barang berharga pada bekas rumahnya yang dihantam banjir di kawasan Batu Merah Dalam, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Rabu (1/8) sore. (FOTO ANTARA/Embong Salampessy)

Ambon (ANTARA News) - Tim pencarian dan penyelamat (SAR) masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang tertimbun tanah longsor sejak Rabu (1/8) malam di kawasan Kanawa (Kebun Cengkih) Kecamatan Sirimau, Ambon, Maluku.

"Kerabat korban melaporkan kalau warga yang masih tertimbun tanah bernama Udin Huri," kata Wagub Maluku, Said Assagaff saat melakukan peninjauan pada berbagai lokasi bencana di Ambon, Kamis.

Sedangkan anak korban bernama Stasia Huri yang baru masuk kelas satu SMP ini sudah ditemukan jasadnya oleh regu penyelamat dan rencananya akan dikebumikan hari ini.

Rumah keluarga Huri tertimbun tanah longsor setelah hujan lebat yang mengguyur Pulau Ambon selama tiga haru berturut-turut.

Wagub bersama rombongan muspida yang terdiri dari pimpinan DPRD Maluku, Kapolda, Pangdam, Danlatanmal Danrem bersama Wali Kota Ambon meninjau seluruh lokasi bencana banjir dan tanah longsor.

Lokasi bencana yang dikunjungi pertama adalah kawasan Ahuru-Karangpanjang dimana terjadi kerusakan infrastruktur seperti putusnya sebagian badan jalan raya serta bangunan sekolah yang rusak akibat runtuhnya talud penahan air.

Ketua RT 03/RW 16 dusun Ahuru, AK Kubangun mengatakan, warganya kesulitan mendapatkan air bersih karena sarana umum yang dibangun pemerintah sejak tahun 2007 lalu sudah rusak akibat longsor dan rumah pompa serta mesin airnya rusak total.

"Sebuah jembatan utama yang menjadi penghubung dari Karangpanjang menuju kawasan Stain dan Kebun Cengkih juga sudah ambruk, sementara beberapa rumah warga di RT 03 mengalami kerusakan akibat banjir, bahkan ada yang terancam roboh," katanya.

Wagub Assagaff dan rombongan muspida juga melanjutkan peninjauan ke lokasi bencana di kawasan Skip untuk melihat bencana longsor dan banjir yang merendam ratusan rumah warga sipil maupun anggota TNI-AD di asrama militer (Asmil) Paldam.

Di lokasi ini, delapan rumah yang tergabung dalam satu barak militer hangus terbakar pada Rabu (1/8) kemarin dan mengakibatkan sejumlah anggota TNI-AD mengalami luka bakar maupun luka lecet.

Lokasi bencana lainnya seperti Batumerah, Kadewatan, Tanah Tinggi, Lateri hingga Passo juga menjadi sasaran tim Muspida untuk dikunjungi, sekaligus melihat kondisi warga dan melakukan pendataan kerusakan yang terjadi akibat bencana alam.

Pemerintah daerah juga masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban yang meninggal dunia akibat bencana alam banjir dan tanah longsor, sementara BPBD Maluku melaporkan sedikitnya 11 orang meninggal dunia pada Rabu (1/8).

(D008/Y008)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga