Kamis, 18 Desember 2014

Diabetes tak bisa sembuh, tapi bisa dikelola

| 3.198 Views
id gula darah, diabetes, prof sri hartini ks kariadi, kadar gula darah
Diabetes tak bisa sembuh, tapi bisa dikelola
Mengecek kadar gula darah dapat dikerjasakan mandiri dengan alat test seperti Accu check active. (ANTARA/HO)
Jakarta (ANTARA News) - Diabetes adalah salah satu penyakit degeneratif yang tidak bisa disembuhkan, namun dapat dikelola sehingga orang dengan diabetes tetap merasa sehat, kata dokter spesialis penyakit dalam dari RS Hasan Sadikin Bandung, Prof. Sri Hartini KS Kariadi.

"Prinsip utama pengelolaan diabetes adalah pengendalian kadar gula darah, karena kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit komplikasi penyerta," kata Sri pada satu media edukasi di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, Sri menegaskan, gula darah harus dipertahankan normal atau setidaknya mendekati normal.

"Caranya adalah dengan pola makan sehat, mengurangi makanan manis, olah raga teratur, serta menjaga berat badan," kata Sri.

Sri juga menekankan pentingnya pemantauan gula darah, baik secara mandiri maupun pemantauan gula darah setiap tiga bulan.

"Fungsinya adalah untuk mengetahui pola fluktuasi gula darah, yang akan menjadi dasar dalam mengatur pola makan dan terapi," pungkas dia.

Penyakit komplikasi penyerta bila diabetes tidak dikelola dengan baik antara lain gangguan retina mata, gangguan syaraf, gangguan fungsi ginjal, kelainan sirkulasi darah tepi, penyakit kardiovaskuler, bahkan gangguan sirkulasi darah otak.

Sebelum terjadi komplikasi, diabetasi atau orang dengan diabetes, akan mengalami penurunan rasa sehat yang menimbulkan gejala hiperglikemia atau keadaan kadar gula tinggi.

"Diabetasi akan alami poliuri atau banyak mengeluarkan air seni lalu banyak minum karena sering merasa haus. Selain itu, karena gula darah yang tinggi juga menyebabkan asupan glukosa ke dalam sel berkurang, maka produksi energi juga berkurang," kata Sri.

Keadaan gula darah yang tinggi ini akan memicu kerja pankreas agar terus memproduksi insulin. Akibatnya, kondisi pankreas akan semakin rusak, karena bekerja terlalu keras.

"Maka akan terjadi toksisitas glukosa, sehingga pada jangka waktu tertentu, hormon insulin yang dihasilkan pankreas tidak lagi mencukupi kebutuhan tubuh," demikian Sri.

(M048)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga