Taliwang, Sumbawa Barat (ANTARA News) - Bupati Sumbawa Barat KH Zulkifli Muhadli mengatakan, masyarakat di daerahnya mengharapkan tujuh persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) diberikan prioritas untuk memiliki.

"Kami mengharapkan diberikan prioritas untuk mendapatkan tujuh persen saham tersebut dan ini sebagai penghormatan kepada Sumbawa Barat sebagai kabupaten penghasil dan yang merasakan dampak dari keberadaan industri tambang itu," katanya di Taliwang, awal pekan ini.

Keinginan masyarakat dan Pemkab Sumbawa Barat, menurut dia, tidak terlalu berlebihan, karena 24 persen saham sebelumnya dikuasai konsorsium daerah penghasil, yakni Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa dan Provinsi NTB

"Karena saya atas nama masyarakat Sumbawa Barat memohon kepada semua pihak terutama pemerintah pusat agar diberikan untuk Sumbawa Barat sebagai kabupaten penghasil. Bagi saya tidak terlalu sulit untuk mengeksekusi tujuh persen saham PTNNT itu asal kita diberikan kesempatan," kata Zulkifli.

Menurut dia, yang sulit adalah untuk mendapatkan kesempatan mendapatkan saham itu. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk dan banyak pihak yang bisa diajak bekerjasama untuk mengakuisisi saham tersebut.

Sebelumnya Sekda Kabupaten Sumbawa Barat W Musyafirin mengatakan bahwa Pemkab Sumbawa berpeluang untuk membeli tujuh persen saham itu setelah keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada tanggal 31 Juli 2012.

MK dalam putusannya menolak atau tidak dapat menerima gugatan pemerintah pusat yang mempersoalkan keharusan meminta persetujuan DPR dalam pembelian tujuh persen saham divestasi 2010.

Putusan MK dalam perkara sengketa kewenangan itu kembali membuka ruang bagi pemerintah pusat dan daerah NTB untuk menguasai saham divestasi terakhir itu.

Batas waktu pembelian saham divestasi 2010 itu sesuai dengan perjanjian jual beli (Sales Purchase Agreement/SPA) yang ditandatangani perjanjian jual beli (Sales Purchase Agreemen/SPA) oleh Perusahaan Investasi Pemerintah (PIP) dan pemegang saham asing PTNNT pada 25 Oktober 2012.

(M025)